Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Kiai Maemoen Bacakan Fatwa, Dua Kubu PPP akhirnya Islah

Kompas.com
Ketua Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma Ali (kiri) mencium tangan Ketua Majelis Syariah KH Maimun Zubair (kanan) usai melakukan konferensi pers di Kantor DPP PPP, Jakarta, Selasa (22/4/2014)
Bagikan:

Hidayatullah.com—Ketegangan para pemimpin di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berakhir sudah setelah keluarnya ‘fatwa’ Ketua Majelis Syariah DPP KH Maemoen Zubair.

“Setelah sekian kali seruan saya sejak pekan lalu untuk terjadinya ishlah, alhamdulilah semalam telah terjadi pertemuan ishlah di Hotel Parklane, Jakarta sekitar jam 21.00-23.30,” kata Sekrertaris Jenderal (Sekjen) PPP M Romahurmuziy dikutip Antara, Rabu (23/04/2014).

Romahurmuzy mengatakan para pihak yang berkonflik di partai berlambang Ka’bah –kubu Suryadharma Ali dengan kubu Emron Pangkapi dan kawan-kawan—islah setelah dipertemukan dan dipimpin ketua Majelis Syariah DPP KH Maemoen Zubair.

Dalam pertemuan tersebut, menurut dia, dihadiri oleh Suryadharma Ali (SDA), Romahurmuziy selaku Sekretaris Jenderal, Wakil Ketua Umum Hasrul Azwar dan Lukman Saifudin, serta Ketua Majelis Pertimbangan DPP KH Zarkasih Nur.

“Fatwa yang disampaikan mbah Moen dibacakan kembali, kemudian masing-masing yang hadir ditanyakan sikapnya. Alhamdulilah semua menerimanya. Bagi saya, karena PPP didirikan oleh para ulama dan Mbah Moen adalah ulama partai yang tertinggi, tidak ada kata lain kecuali saman wa thoatan, saya dengar dan saya patuhi,” katanya.

Ia menambahkan, agenda selanjutnya adalah konsolidasi organisasi menyeluruh menatap pilpres yang tinggal dalam hitungan hari.

“Insya Allah siang nanti akan ada pertemuan ishlah lanjutan antara SDA bersama seluruh DPW se-Indonesia,” katanya.

Seperti diberitakan, konflik PPP diawali oleh keputusan Ketua Umum Suryadharma Ali menghadiri kampanye Partai Gerindra dan mendekat ke Prabowo Subianto. Wakil Ketua Umum Emron Pangkapi menanggapi aksi itu tidak sepatutnya dilakukan oleh ketua umum.

Konflik meruncing hingga pemecatan Wakil Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa dan empat Ketua DPW oleh Suryadharma Ali. Sementara aksi ini kemudian dibalas dengan pemberhentian sementara Suryadharma Ali sebagai Ketua Umum dalam rapimnas.

“Demikian, teriring permohonan maaf bahwa perbedaan pendapat yang sangat tajam di tubuh PPP telah menyita ruang publik sedemikian lama. Terima kasih atas seluruh harapan dan doa karena akhirnya islah ini tercapai jua,” tutup Romy.*

Rep: Anton R
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Terkait Kasus Siyono, PAHAM: Kaji Ulang Revisi UU Teorisme

Terkait Kasus Siyono, PAHAM: Kaji Ulang Revisi UU Teorisme

Syarikat Islam Serahkan Pilihan Politik Kadernya

Syarikat Islam Serahkan Pilihan Politik Kadernya

Ketua KPK Sesalkan Remisi untuk Koruptor

Ketua KPK Sesalkan Remisi untuk Koruptor

Ulil Abshar: 1,4 M itu Kecil

Ulil Abshar: 1,4 M itu Kecil

Inilah 12 Alasan Ilmiah dalam Islam Mengapa Babi Dinyatakan Haram

Inilah 12 Alasan Ilmiah dalam Islam Mengapa Babi Dinyatakan Haram

Baca Juga

Berita Lainnya