Ahad, 28 Maret 2021 / 14 Sya'ban 1442 H

Nasional

PPP Hanya Dikorbankan untuk Kepentingan Sesaat

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, PPP, Suryadharma Ali , saat hadir dalam kampanye Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang akhirnya menimbulkan riak internal
Bagikan:

Hidayatullah.com — Sekretaris Majelis Pakar Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) Ahmad Yani menilai kemelut yang terjadi di internal partainya karena ulah orang yang tidak bertanggungjawab demi untuk kepentingan sesaat.

“Partai ini adalah partai besar. Menurut saya, partai ini hanya dikorbankan untuk kepentingan-kepentingan sesaat,” cetus Ahmad Yani dalam perbincangan dengan hidayatullah.com, Senin (21/04/2014).

Ditanya kenapa hal itu bisa terjadi pada partainya di tengah umat sedang penuh harap partai Islam dapat bersatu dalam satu koalisi, Yani menjawab ini hanya karena komunikasi yang tidak baik sehingga petinggi partai harus duduk bersama.

“Saya kira yang harus menjembatani ini adalah orang yang netral,” ungkapnya.

Yani menilai tidak ada cara lain bagi PPP keluar dari riak internal tersebut selain harus melaksanakan muktamar.

“Ada mekanismenya. Akan ada pleno, pleno ini mengharuskan ada muktamar, maka muktamar jalan keluarnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan langkah-langkah yang segera dilakukan partainya saat ini adalah melakukan konsolidasi internal dengan duduk bersama tanpa perlu mengundang media.

“Prinsipinya sesama muslim ada persaudaraan, disitu ada kebersamaan, menegakkan amar maruf nahi munkar, menegakkan keadilan, menyampaikan kebenaran,” tukasnya.

Yani menambahkan, prinsip prinsip dasar yang ada di PPP dengan paramteter yang telah ditetapkan harus divitalisasi agar terwujud kesatuaan bersama.

Diberitakan sebelumnya, kisruh di PPP berawal saat Suryadharma Ali (SDA) sepihak menghadiri kampanye akbar Partai Gerindra di Stadion Utama Gelora Bung Karno dalam masa kampanye Pemilu Legislatif 2014 beberapa waktu lalu.

Tindakan Suryadharma Ali itu dan mendukung pencalonan Prabowo Subianto sebagai calon presiden dianggap menyalahi hasil mukernas PPP. Mukernas memutuskan akan menjalin komunikasi politik dengan delapan bakal capres yang ada. Dalam daftar delapan nama itu, tak ada nama Prabowo.

Sejumlah pengurus teras partai itu mengecam tindakan SDA yang dinilai menyalahi prosedur tersebut. Tak bergeming, SDA bahkan pada Jumat petang lalu mendeklarasikan koalisi dengan Partai Gerindra di DPP PPP dengan dihadiri langsung oleh Prabowo.

Rep: Ainuddin Chalik
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

DPR Segera Bahas RUU Ciptaker pada Pembicaraan Tingkat I

DPR Segera Bahas RUU Ciptaker pada Pembicaraan Tingkat I

Jawa Barat Luncurkan Pembangunan Masjid di Gaza Senilai RP 20 M

Jawa Barat Luncurkan Pembangunan Masjid di Gaza Senilai RP 20 M

Gantikan Rokok, Ketua PGI Minta Pemerintah Ciptakan Sumber Ekonomi Alternatif

Gantikan Rokok, Ketua PGI Minta Pemerintah Ciptakan Sumber Ekonomi Alternatif

Dewan Da’wah Lepas 22 Dai Pedalaman

Dewan Da’wah Lepas 22 Dai Pedalaman

Kader Senior Gontor,KH. Imam Subakir Ahmad, Berpulang

Kader Senior Gontor,KH. Imam Subakir Ahmad, Berpulang

Baca Juga

Berita Lainnya