Rabu, 17 Februari 2021 / 5 Rajab 1442 H

Nasional

Amien Rais: “Ekonomi Indonesia belum Berdaulat”

RoL
Dr Amien Rais
Bagikan:

Hidayatullah.com—Pendiri Partai Amanah Nasional (PAS) Dr Amien Rais mengatakan mengusulkan nama koalisi Poros Tengah jilid 2 dengan “Poros Indonesia Raya“.

Pernyataan ini disampaikan wartawan saat pertemuan tertutup dengan sejumlah tokoh Ormas dan partai berbasis Islam hari Kamis (17/04/2014) di  rumah pengusaha Padang Hasyim Ning Jalan Cikini Raya 24, Jakarta.

Menurutnya, usulan dibentuknya ‘Poros Indonesia Raya’ agar merubah negeri ini lebih cepat dan baik. Bukan atas kepentingan asing, konglomerat-konglomerat asing, dan corporate semata.

“Untuk kepentingan bangsa. Bukan untuk kepentingan asing,” ucap Amien Rais di hadapan wartawan.

Menurutnya, diharapkan akhir dari solusi lahirnya ‘Poros Indonesia Raya’ ini untuk kepentingan bangsa dan negara.  Kepentingan ini pun harus menyentuh seluruh elemen tanpa terkecuali. Melalui adanya ekonomi yang kuat dan berdaulat, Indonesia akan lebih sejahtera dengan merata.

“Ekonomi Indonesia belum berdaulat. Sebab itu harus taat terhadap seluruh Undang-undang,” ujar Amien. Di satu sisi Amien menekankan, bahwa tercipta “Poros Indonesia Raya” bukan semata-mata untuk bekerja sendirian di dalam mengurus permasalahan bangsa. Penyelesaiannya harus bekerjasama di setiap bidang demi kesejahteraan.*

 

Rep: Robigusta Suryanto
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Konser Lady Gaga Mengkampanyekan Kebebasan

Konser Lady Gaga Mengkampanyekan Kebebasan

Wagub Aceh Terpilih: Syariat  Harus Didukung Pendidikan Berbasis Akhlak

Wagub Aceh Terpilih: Syariat Harus Didukung Pendidikan Berbasis Akhlak

Persis Jelaskan Mengapa Tak Hadiri Undangan Jokowi di Istana

Persis Jelaskan Mengapa Tak Hadiri Undangan Jokowi di Istana

MKD Diminta Fokus Freeport yang Hendak Perpanjang Kontrak dengan Dugaan Langgar UU

MKD Diminta Fokus Freeport yang Hendak Perpanjang Kontrak dengan Dugaan Langgar UU

Menag: 20 Tahun Terakhir, Gereja tumbuh 133 %, Masjid 63 %

Menag: 20 Tahun Terakhir, Gereja tumbuh 133 %, Masjid 63 %

Baca Juga

Berita Lainnya