Selasa, 19 Oktober 2021 / 13 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Ratna Sarumpaet menilai biaya Blusukan dan Kampanye Jokowi dibiayai James Riyadi

Kapanlagi.com
Ratna Sarumpaet
Bagikan:

Hidayatullah.com—Aktivis perempuan Ratna Sarumpaet mengatakan, asing tidak akan sukarela melepas dominasinya politik ekonomi pada bangsa Indonesia, karenanya mereka akan melakukan apa pun untuk memenangkan calon presiden (Capres) yang mereka harap bisa jadi bonekanya.

Ia bahkan mengatakan, semua biaya blusukan dan kampanye yang dilakukan Gubernur DKI Joko Widodo atau Jokowi dipengaruhi oleh konglomerat Indonesia yang pernah dekat mantan presiden AS, Bill Clinton, James Riady.

“Konglomerat hitam ini punya hubungan sangat dekat dengan Bill Clinton dan isterinya  dan  makelar-makelar di USA,” tukasnya kepada hidayatullah.com, Senin (14/04/2014) saat diminta tanggapan adanya “kampanye” Jokowi di naskah Ujian Nasional (UN).

Ia mengingatkan bahaya dominasi asing dan menuntut segera digelar SI MPRS 2014.

“Silahkan berkampanye securang-curangnya tapi jangan memanipulasi pendidikan dan generasi muda,” tandas Ratna.

Sebelumnya, salah satu Capres disebut-sebut melakukan kampanye terselubung melalui soal Ujian Nasional (UN) tingkat SLTA. Pada soal Bahasa Indonesia, Senin 14 April 2014, diketemukan soal di mana ada nama Joko Widodo.

Soal ujian Bahasa Indonesia ini dinilai sebagai kampanye terselubung, karena memasuki ranah pendidikan yang seharusnya terbebas dari hingar bingar politik. Aksi terselubung tersebut sontak saja mendapat kecaman di dunia maya.

Ratna juga mengatakan asing saat ini sudah menguasai bangsa Indonesia, termasuk ikut mengkonsep 70 Undang-undang perekonomian.

“Asing mengkonsep sekitar 70 Undang-undang perekonomian kita dan dengan bodohnya DPR dan Pemerintah mensahkannya. Dengan cara itulah mereka bisa menguasai SDA kita,” katanya.*

Rep: Ainuddin Chalik
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

JPU Diminta Aktif Sikapi Pertanyaan-Pernyataan Pihak Ahok yang tak Relevan dengan Perkara

JPU Diminta Aktif Sikapi Pertanyaan-Pernyataan Pihak Ahok yang tak Relevan dengan Perkara

Kelompok Syi’ah Tak Hanya Sekali Berbuat Anarkis terhadap Umat Islam

Kelompok Syi’ah Tak Hanya Sekali Berbuat Anarkis terhadap Umat Islam

Hamid Fahmy: Lebih Baik Kita Dianggap Intoleran

Hamid Fahmy: Lebih Baik Kita Dianggap Intoleran

Para Dai Harus Hindari Dakwah Kasar

Para Dai Harus Hindari Dakwah Kasar

Pidato Habib Rizieq: Diakui atau Tidak, FPI Telah Jadi Ikon Amar Makruf Nahi Mungkar

Pidato Habib Rizieq: Diakui atau Tidak, FPI Telah Jadi Ikon Amar Makruf Nahi Mungkar

Baca Juga

Berita Lainnya