Kamis, 18 Februari 2021 / 6 Rajab 1442 H

Nasional

PKS Tawarkan Koalisi Poros Tengah, PKB “Merapat” ke PDI-P?

ilustrasi
Suara partai Islam masih kuat, meleset dari dugaan lembaga survey selama ini
Bagikan:

Hidayatullah.com–Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mulai mewacanakan pembentukan koalisi partai Islam. Koalisi partai Islam ini dianggap bisa menjadi posisi tawar yang cukup kuat untuk diajukan kepada partai berhaluan nasionalis, seperti Partai Gerindra.

“Kalau semua partai Islam bersatu, suaranya sudah sampai 31 persen. Ini bisa pilihannya kita ajukan capres atau bisa menjadi posisi tawar bagi partai nasionalis, misalnya Gerindra,” ujar anggota Majelis Syuro PKS, Refrizal, di Jakarta, Sabtu (12/04/2014) dikutip Kompas.com.

Refrizal mengatakan, partainya memilih partai nasionalis yang berkomitmen, tidak seperti koalisi yang ada saat ini. Dia pun menuturkan, PKS juga mempertimbangkan koalisi dengan partai yang tak digerakkan oleh kepentingan asing. Oleh karena itu, Gerindra dinilai sebagai partai yang memenuhi dua persyaratan itu.

Hal senada juga diutarakan Menteri Komunikasi dan Informatika yang juga anggota Majelis Syuro PKS, Tifatul Sembiring, seusai rapat di Istana Negara, Jumat (11/4/2014). Tifatul menilai bergabungnya PKS, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Bulan Bintang (PBB) adalah sebuah kekuatan baru.

“Kalau koalisi dengan nasionalis, kita bisa kuat. Kalau tidak, kita tidak akan dapat apa-apa,” ujarnya.

Massa kelima partai itu, diakui Tifatul, juga cukup cair sehingga bukan tidak mungkin partai Islam kembali bersatu. Dia mencontohkan pembentukan koalisi poros tengah pada tahun 1999 yang bisa melahirkan seorang presiden, yaitu Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Saat ini, Tifatul mengakui bahwa PKS juga terbuka untuk berkomunikasi dengan partai-partai lain untuk menggagas koalisi ini.

Di tempat berbeda, hari Sabtu, calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Joko Widodo alias Jokowi mendatangi markas Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Jokowi yang datang bersama Wakil Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, langsung dijamu di ruang Muhaimin, Ruang Avatar, di lantai II.

“Ini komunikasi, penjajakan,” kata Sekretaris Jenderal PKB, Imam Nacharowi, dikutip Tempo saat menerima Jokowi.

Pembicaraan bergulir sembari makan malam. Beberapa staf DPP PKB sudah menyiapkan makan malam, masih dari ruang kerja Muhaimin. Kehadiran Jokowi ke PKB merupakan rangkaian roadshow dalam penjajakan koalisi pada Pemilihan Presiden Juli mendatang.

Sebelumnya Jokowi sudah berkunjung ke markas Partai NasDem di Gondangdia, Jakarta Pusat, dan markas Golkar di Slipi, Jakarta Barat. Rencananya setelah dari PKB, Jokowi akan berkunjung ke rumah politikus senior Partai Persatuan Pembangunan, Hamzah Haz.

Sementara itu, dukungan adanya koalisi partai Islam juga mulai datang dari berbagai pihak.*

Rep: Anton R
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

KH Hasyim Muzadi: Jangan Ada Muktamar dan NU Tandingan

KH Hasyim Muzadi: Jangan Ada Muktamar dan NU Tandingan

Tolak Minta Maaf, Ketua PBNU Sebut PKI Pemberontak!

Tolak Minta Maaf, Ketua PBNU Sebut PKI Pemberontak!

HNW: Kedatangan Dubes AS ke Republika Bentuk Intervensi Kehidupan Berbangsa

HNW: Kedatangan Dubes AS ke Republika Bentuk Intervensi Kehidupan Berbangsa

Pastor Fernando: “Hukum Cambuk Harus Tidak Berlaku untuk Umat Kristen”

Pastor Fernando: “Hukum Cambuk Harus Tidak Berlaku untuk Umat Kristen”

MUI Sampaikan Surat ke Grand Al Azhar terkait Rencana Syeikh Amru jadi Saksi Ahok

MUI Sampaikan Surat ke Grand Al Azhar terkait Rencana Syeikh Amru jadi Saksi Ahok

Baca Juga

Berita Lainnya