Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Gus Sholah: Datang ke TPS, Niatkan Cari Pemimpin Baik

KH Salahuddin Wahid.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang, KH Salahuddin Wahid, meminta masyarakat datang ke bilik TPS (tempat pemungutan suara) dan menggunakan hak pilihnya pada hari pemungutan suara Pemilu Legislatif 9 April besok, sebagai bagian dari ibadah.

“Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah yang telah memberikan hak dan kesempatan sehingga bisa memilih, maka gunakanlah hak pilih Anda dalam pemilu,” kata Gus Sholah, panggilan akrabnya.

Adik kandung Gus Dur ini menyadari, terdapat sejumlah kecurangan dan kekurangan dalam penyelenggaraan Pemilu tahun 2014 ini. Namun, masyarakat pemegang hak pilih, diminta tetap tidak golput dan memanfaatkan momentum Pemilu sebagai ikhtiar mencari pemimpin yang baik.

“Menggunakan hak pilih kita niatkan ibadah sebagai wujud syukur, sekaligus mencari pemimpin yang baik,” ujarnya, dilansir laman NU, Selasa (8/4/2014).

Rektor Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng Jombang ini menambahkan, masyarakat Indonesia patut bersyukur bisa memiliki hak pilih dalam pemilu lantaran banyak negara yang rakyatnya menderita akibat perebutan kekuasaan.

“Di Mesir, ratusan orang terbunuh karena perebutan kekuasan. Warga tidak bebas menggunakan hak pilihnya. Di Suriah, jutaan orang mengungsi akibat perebutan kekuasaan yang tiada akhir,” ungkapnya.

Dibanding  dua negara itu, rakyat Indonesia harus sangat bersyukur. “Jika kita bersyukur, nikmat Tuhan akan ditambah. Demokrasi yang dijalankan memang belum sempurna, tapi ini masih pilihan terbaik dibanding yang lain. Celah-celah yang masih kita temukan dalam demokrasi bukan alasan untuk meninggalkannya. Tapi menjadi wajib bagi kita untuk bersama-sama memperbaikinya,” tandas Gus Sholah.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dalam Pengajian bulanan PP Muhammadiyah di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, jalan Menteng Raya 62  meminta warga Muhammadiyah tidak golput dan menggunakan hak pilihnya secara bijak. “Dalam Islam, memilih adalah kewajiban,” ujarnya.

Masyarakat yang menggunakan hak pilihnya dengan baik dinilai bisa menciptakan pemilu berkualitas, yang pada akhirnya menghasilkan wakil rakyat dan pemimpin bermutu. “Terutama melihat caleg yang tampil, sekitar 80 persen adalah anggota parlemen sebelumnya. Dan parlemen terakhir ini belum mendorong perubahan dan perbaikan bangsa. Wajar kalau ada yang pesimis dan apatis. Tapi agama kita mengajarkan untuk selalu optimis,” papar Din.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Qanun Jinayat Mengatur Pelaku Kelainan Seksual Homoseksual dan Lesbian

Qanun Jinayat Mengatur Pelaku Kelainan Seksual Homoseksual dan Lesbian

Gara-gara Jalan Tol, Petani Kesulitan Pergi ke Sawah

Gara-gara Jalan Tol, Petani Kesulitan Pergi ke Sawah

Aneh, Pemerintah Tak Waspada Perusahaan China International Fund

Aneh, Pemerintah Tak Waspada Perusahaan China International Fund

Konferensi Asia Afrika Dorong Kemerdekaan Palestina

Konferensi Asia Afrika Dorong Kemerdekaan Palestina

Dai Labuhan Batu Dijerat UU ITE, Saksi Terkesan Akhlak Terdakwa

Dai Labuhan Batu Dijerat UU ITE, Saksi Terkesan Akhlak Terdakwa

Baca Juga

Berita Lainnya