Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Gunakan Al-Quran untuk pilih Kepemimpinan Nasional pasti Aman

Ilustrasi: liputan6
Bagikan:

Hidayatullah.com–Format pasangan presiden dan wakil presiden mulai diperbincangkan akhir-akhir ini. Termasuk pasangan kepala daerah. Sebagian juga mengusulkan pasangan Muslim-non Muslim.  Bahkan kelompok tertentu  sudah memakai istilah Muslim-Kristiani (MK), Kristiani-Muslim (KM), Kristiani-Kristiani (KK), Muslim-Muslim (MM).

“Nah, sekarang sudah muncul istilah-istilah MK, KM, KK. Yang menduduki posisi boleh MK, KM, bahkan tidak mengapa KK. Asalkan tidak MM. Ini paradigma mereka,”ulas tuturnya jelas pakar hadits lulusan Al Azhar, Dr Daud Rasyid Sitorus pada Pengajian Politik Islam (PPI), di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta belum lama ini.

Daud meminta masyarakat lebih cermat melihat konstelasi politik melalui format pasangan calon yang digadang-gadang akan menduduki RI 1 dan 2.

Menurutnya, pemilihan presiden Amerika Serikat, sebagai contoh nyata. Sudah menjadi rahasia umum, siapapun calonnya, tentu harus atas persetujuan para konglomerat Yahudi. Merekalah yang membiayai kampanye sang calon presiden.

Sebenarnya, jika umat Islam berpedoman Al-Quran, sesungguhnya mudah saja menyikapi peta politik jika mengacu pada Al Quran.

“Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya [kikir]. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik,” demikian mengutip Surat At Taubah: 67.

Mungkin mereka terlihat baik. Tapi kita tidak tahu apa yang ada di hati mereka. Daud menambahkan, orang-orang yang dikutip Al-Quran, akan terlihat aslinya jika sudah menduduki jabatan.

“Prostitusi dilindungi. Kembali melokalisasi pelacuran. Perjudian akan marak, “ tuturnya.

Menurut penulis “Pembaruan Islam dan Orientalisme dalam Sorotan” ini pertimbangan untuk tidak “mencoblos” calon pemimpin Muslim yang tidak berpihak pada Islam juga berlaku.*

Rep: Rias Andriati
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Organisasi Wanita Islam Desak Pemerintah Serius Tangani Prostitusi Homoseksual

Organisasi Wanita Islam Desak Pemerintah Serius Tangani Prostitusi Homoseksual

Beredar Pendapat Syeikh Ibrahim ar Ruhaily soal Pemilu

Beredar Pendapat Syeikh Ibrahim ar Ruhaily soal Pemilu

PP Pemuda Muhammadiyah Minta Alumni 212 Tidak Masuk Politik Praktis

PP Pemuda Muhammadiyah Minta Alumni 212 Tidak Masuk Politik Praktis

Lumpuhkan Begal, Santri Madura Terima Penghargaan dari Polisi

Lumpuhkan Begal, Santri Madura Terima Penghargaan dari Polisi

Solusi Publishing: Hoax Apanya, Kami Sudah Ajukan Acara Ini pada Gramedia Depok

Solusi Publishing: Hoax Apanya, Kami Sudah Ajukan Acara Ini pada Gramedia Depok

Baca Juga

Berita Lainnya