Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

AM Saefuddin: Pilih Partai yang Perjuangkan Syariat Islam Saja

Dewan Dakwah
Profesor Ahmad Muflih Saefuddin (74), dalam Penutupan Rakernas (Rapat Kerja Nasional) Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia
Bagikan:

Hidayatullah.com—Umat Islam diharapkan tidak buta politik menghadapi Pemilan Umum (Pemilu) 2014 yang akan berlangsung beberapa saat lagi. Pesan ini disampaikan Profesor Ahmad Muflih Saefuddin (74), dalam Penutupan Rakernas (Rapat Kerja  Nasional) Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia di Cisarua, Bogor

”Kita tidak boleh buta politik, sebab kalau buta politik maka kita akan dimakan oleh politik,” ucap Pak AM, demikian sapaan akrabnya, mengutip wasiat politikus Masyumi Dr Mohammad Natsir belum lama ini.

Ketua Dewan Pembina Dewan Dakwah itu mengungkapkan, lembaganya sudah menetapkan kriteria caleg (calon anggota legislatif) maupun capres (calon presiden) yang  layak dipilih, yaitu yang memiliki empat ‘sifat’: Shiddiq, Fathanah, Amanah dan Tabligh.

Menurutnya, Dewan Dakwah berijtihad bahwa Pemilu 2014 adalah sarana politik yang harus dimanfaatkan untuk memenangkan politik Islam. Menurutnya, ijtihad ini lahir dari kesadaran melek politik.

Secara pribadi, pria kelahiran Desa Kudukeras, Cirebon, 8 Agustus 1940,  ini menyarankan agar ummat memilih caleg dan capres Muslim dari partai yang berasas Islam dan memperjuangkan tegaknya syariat Islam.

‘’Jangan pilih partai Islam tapi pengurusnya koruptor,’’ tandas mantan Menteri Negara Pangan dan Holtikultura di era Presiden BJ Habibie.

Rakernas Dewan Dakwah diikuti seratusan pimpinan dari Dewan Dakwah Pusat dan 30 Propinsi, berlangsung sejak 18 hingga 20 Maret 2014. Acara ini bertema ”Memantapkan Landasan Organisasi dalam rangka Estafeta Gerakan Da’wah”.

Sekretaris Umum Dewan Da’wah, Amlir Syaifa Yasin, menjelaskan, Rakernas merupakan follow up dari Silaturrahim Nasional (Silatnas) medio Oktober 2010.

Silatnas itu telah menetapkan garis-garis besar kebijakan dan program kerja 2010-2015 yang menjadi landasan bagi pengurus Dewan Da’wah dalam menjalankan roda organisasi.

Berdasarkan ketetapan Silatnas itu, pengurus membuat program kerja selama lima tahun yang dijabarkan dalam setiap tahun. Perkembangan program inilah yang dibahas dalam Mukernas.

Dalam amanatnya saat pembukaan Mukernas, Ketua Umum Dewan Dakwah KH Syuhada Bahri mengatakan,  tema besar Dewan Dakwah di bawah kepemimpinannya adalah “Selamatkan Indonesia dengan Da’wah”.

Untuk keberhasilan gerakan dakwah, lanjut Ustadz Syuhada, tersebut diperlukan adanya 3 (tiga) syarat penting yang harus dimiliki oleh Dewan Da’wah baik sebagai organisasi maupun sebagai gerakan da’wah. Ketiga syarat dimaksud adalah: a) Organisasi yang kuat, rapi  dan profesional; b) Langkah dan pengelolaan da’wah yang berkualitas dan ditunjang dengan SDM yang mumpuni; dan c) kemandirian dana da’wah.*/Nurbowo (Jakarta)

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Mahasiswa yang Menolak Pendirian RS Siloam Meluas

Mahasiswa yang Menolak Pendirian RS Siloam Meluas

Dini Hari, Polisi Geledah Rumah Kerabat Dekat Ketua GNPF-MUI

Dini Hari, Polisi Geledah Rumah Kerabat Dekat Ketua GNPF-MUI

Catatan Lengkap Kesimpulan FKM atas Debat dengan Ulil

Catatan Lengkap Kesimpulan FKM atas Debat dengan Ulil

Laznas BMH Raih Penghargaan Lembaga Filantropi Terinspiratif

Laznas BMH Raih Penghargaan Lembaga Filantropi Terinspiratif

Adhyaksa Dault: Indonesia Belum Punya Cetak Biru Arah Bangsa

Adhyaksa Dault: Indonesia Belum Punya Cetak Biru Arah Bangsa

Baca Juga

Berita Lainnya