Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Pilih Pemimpin Berbasis Muslim meski Partainya banyak Kekurangan

Hidayatullah.com/Rias
Pengajian Politik Islam (PPI) di Masjid Al Azhar
Bagikan:

Hidayatullah.com—Pakar syariah dan Ketua Komisi Fatwa Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Dr. Zain An-Najah mengingatkan sebagian umat Islam untuk tidak membuat tindakan ceroboh yang berakibat merugikan umat Islam lainnya.

Di antaranya, ia mengaku sering kali mendengar pernyataan di masyarakat dengan pernyataan “lebih baik pilih partai sekuler ketimbang milih partai Islam, tapi korupsi”.  Menurutnya, pernyataan seperti itu tidak membangun kesadaran umat dan hanya akan mengunguntungkan pihak lain yang sebelumnya sudah tidak suka kebangkitan Islam di tanah air.

Baginya pernyataan tersebut tampak logis di permukaaan, namun sesungguhnya menjebak. Jika umat Islam lain mengamini dan akhirnya memilih calon legislatif (Caleg) dari partai selain partai politik (parpol) Islam, itu sama saja dengan menggali kuburnya sendiri.

“Tidak mungkin orang kafir itu amanah. Bagaimana mau amanah? Bagaimana mau adil? Lha wong, dia sendiri tidak adil pada Allah? Orang kafir itu pasti dzalimnya besar. Sudah tidak berterimakasih pada Allah, bagaimana mau terimakasih pada rakyat?”ulasnya saat membahas Kitab Siyasah Syar’iyyah (politik Islam), karangan Ibnu Taimiyyah dalam Pengajian Politik Islam (PPI), Masjid Agung Al Azhar, Jakarta, belum lama ini.

Ia mengatakan, memilih Caleg non Muslim jauh lebih banyak mudharatnya dibandingkan memilih Caleg dari parpol Islam meski di dalam tubuh partai berbasis Islam sendiri ada banyak kekurangan.

Selain itu sudah banyak bukti Caleg-caleg Non Muslim memiliki konspirasi di balik pencalonannya.
Menurut Zain, berapa banyak calon-calon yang sudah jadi pemimpin akhirnya hanya menjadi boneka kelompok-kelompok tertentu.

“Siapa di balik mereka? Karena pemimpin yang ada saat ini menjadi remote oleh pihak lain (dikendalikan pihak lain, red). Karena kalau calonnya non Muslim, pasti nggak dipilih. Atau diajukan calon Muslim yang islamnya abangan. Sayangnya, banyak umat Islam yang terpengaruh,” tukas peraih gelar doktor bidang fikih dari Universitas Al Azhar, Mesir.

Dengan kata lain memilih calon pemimpin atau Caleg non Muslim, atau dari partai yang tidak berbasis Islam sama saja dengan memberikan peluang mematikan calon pemimpin Islam secara perlahan.
Lebih jauh Zain menghimbau masyarakat lebih berhati-hati dan menyelidiki setiap calon pemimpin atau Caleg dan seberapa jauh keterlibatannya dalam Islam.*

Rep: Rias Andriati
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Prof Amin Suma Apresiasi Napi Berhijrah

Prof Amin Suma Apresiasi Napi Berhijrah

Angkat Skripsi ‘#2019GantiPresiden’, Mahasiswi ini Jadi Wisudawan Terbaik

Angkat Skripsi ‘#2019GantiPresiden’, Mahasiswi ini Jadi Wisudawan Terbaik

Nama Ustadz Yusuf Mansur Dicatut?

Nama Ustadz Yusuf Mansur Dicatut?

DPR Didesak Sahkan RKUHP Antisipasi Kasus Kejahatan Seksual

DPR Didesak Sahkan RKUHP Antisipasi Kasus Kejahatan Seksual

Pemkot: Tempat Hiburan Malam di Padang Tutup Selama Ramadhan

Pemkot: Tempat Hiburan Malam di Padang Tutup Selama Ramadhan

Baca Juga

Berita Lainnya