Selasa, 16 Februari 2021 / 4 Rajab 1442 H

Nasional

FP-UMSB Gandeng Kelantan, Sumbar Bisa Wujudkan Wisata Bersyariah

Bagikan:

Hidayatullah.com-Fakultas Pariwisata Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (FP-UMSB)  di Bukittinggi,  menggelar seminar internasional yang bertajuk ‘Sumbar menuju Pariwisata Syariah, Antara Gagasan dan Peluang’ di Hotel Pusako Bukittinggi, belum lama ini. Dalam seminar ini, FP-PMSB Sumbar menggandeng pemerintah Negeri Kelantan, Malaysia.

Pengerusi Jawatan Kuasa, Kebudayaan, Pelancong dan Warisan Kelantan Malaysia Dato Anizam di seminar ini mengatakan, negeri Kelantan Malaysia saat ini berpenduduk sekitar 1,7 juta jiwa mayoritas Muslim.

Dalam menerapkan pariwisata berlandaskan syariah, pemerintah Kelantan Malaysia memberikan aturan ketat bagi wisatawan, yang seluruhnya memakai aturan Islam, seperti melarang maksiat, meminum minuman keras, mengenakan kerudung bagi Muslimah, dan memakai aturan Islam lainnya. Bahkan para wisatawan di sana  selalu  juga diajak berkunjung ke pesantren serta tempat pendidikan Islam lainnya.

“Sumbar memiliki budaya yang hampir sama dengan Kelantan. Banyak peraturan dan budaya yang sama-sama dimiliki Sumbar dan Kelantan. Oleh karena itu, saya merasa Sumbar bisa menerapkan sistem pariwisata syariah seperti yang telah dilakukan di Kelantan Malaysia,” ujar Dato Anizam.

Pengerusi  Perdana Resort Kelantan Malaysia Zainuddin Awang Hammad menambahkan, pariwisata syariah di Kelantan  tidak langsung ekstrim dilaksanakan. Pariwisata syariah di Kelantan sendiri, menurutnya telah dilaksanakan semenjak tahun 1990 lalu.  Dampaknya positif luar biasa, Saat ini Kelantan  dikunjungi sekitar 3,5 juta hingga 4 juta wisatawan pertahunnya. Para wisatawan  senang dengan diterapkannya sistem pariwisata syariah, ujar Zainuddin Awang Hammad.

Sedangkan Dekan FP-UMSB Sumbar H. Mirwan Pulungan mengatakan, pariwisata berbasis syariah merupakan pariwisata yang bersifat religi, budaya, dan sejarah yang seluruhnya menerapkan hukum Islam. Menurutnya, Pemerintah Kelantan sengaja diundang, karena disana telah menerapkan pariwisata syariah.

“Dalam pariwisata syariah ini, pengelola hotel harus syariah dan juga tempat penginapan, pelayanan, semuanya harus mengacu pada ajaran Islam sesuai Alquran dan hadist,” ujar Mirwan.

Mirwan Pulungan berpendapat, pariwisata syariah ini sangat cocok diterapkan di Sumbar, mengingat daerah ini  merupakan daerah yang religius, beradat dan berbudaya. Ia sangat yakin jika sistem ini diterapkan akan mendapatkan respon positif dari berbagai kalangan, tak terkecuali dari kalangan wisatawan.

“Wisatawan ke Sumbar pasti akan menikmati alam, budaya dan kesenian Minangkabau. Tidak mungkin tujuannya untuk berbuat maksiat. Kalau ingin berbuat maksiat, mabuk-mabukan, tidak mungkin mereka ke Sumbar. Jadi, penerapan pariwisata syariah sangat cocok diterapkan di Sumbar,” jelasnya.

Sementara itu,  Ketua Pelaksana Seminar Internasional Muhammad Abdi  menambahkan, mulai tahun ini FP-UMSB yang berkampus di kota Bukittinggi ini akan mengutus puluhan mahasiswa untuk magang selama tiga bulan, untuk mempelajari penerapan pariwisata syariah yang telah diterapkan Kelantan Malaysia.*

Rep: D. Nurja
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Slamet Maarif Sebut Tak Ada Konfirmasi Habib Rizieq Batal Pulang

Slamet Maarif Sebut Tak Ada Konfirmasi Habib Rizieq Batal Pulang

KH Ma’ruf: Kekerasan Karena MUI, Itu Sesat dan Meyesatkan

KH Ma’ruf: Kekerasan Karena MUI, Itu Sesat dan Meyesatkan

Kutuk Pembantaian, WISDOM Desak AS Seret Al Sisi ke Mahkamah Internasional

Kutuk Pembantaian, WISDOM Desak AS Seret Al Sisi ke Mahkamah Internasional

MUI Imbau Antar Umat Beragama Tetap Jaga Hubungan Baik

MUI Imbau Antar Umat Beragama Tetap Jaga Hubungan Baik

Aktivis Desak Jokowi dan SBY Usut Pembunuh Munir

Aktivis Desak Jokowi dan SBY Usut Pembunuh Munir

Baca Juga

Berita Lainnya