Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Muhammadiyah Akan Terbitkan Transaksi E-Money

Kantor PP Muhammadiyah
Bagikan:

 

Hidayatullah.com–Besarnya potensi yang dimiliki Muhammadiyah mendorong Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah (MEK) akan menerbitkan e-money Muhammadiyah sebagai uang komunitas untuk bertransaksi. 

 Ketua MEK, Syafrudin Anhar dalam keterangan release-nya hari ini mengatakan, keinginan Muhammadiyah untuk menerbitkan e-money Muhammadiyah akan dibahas dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MEK dan seminar nasional dengan tema: Menggagas Format E-Money Muhammadiyah Menuju  Financial Inclusion dan Less Cash Society, yang diselenggarakan pada tanggal 18 – 20 April 2014 di kampus Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Jakarta.

 

Untuk menciptakan e-money Muhammadiyah, MEK akan berkomunikasi dengan pihak regulasi baik OJK dan Bank Indonesia  dalam mengimplementasikannya,”terang Syafrudin Anhar dalam rilisnya Selasa (11/03/2014).

 

 Acara seminar nasional e-money Muhammadiyah akan dihadiri oleh Menko Perekonomian Hatta Radjasa sebagai keynote Speaker dan para narasumber Ketua Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliamad D Hadad, Ahmad Riawan Amin (Penasehat Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah), Aries Mufti (Ketua Umum Absindo) dan Benny Witjaksono (Direktur Utama Bank Mega Syariah)  

 

Terkait dengan e-money Muhammadiyah menurutnya, sejalan dengan program lembaga lembaga negara seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Kementerian keuangan yang mencanangkan program financial inclusion. Bagi Muhammadiyah, financial inclusion dimaknai sebagai langkah awal dan titik point dalam menciptakan uang komunitas.

 

 

Dengan adanya e-money Muhammadiyah, Syafrudin berkeinginan, agar ada kemudahan warga Muhammadiyah dalam  bertransaksi dan sekaligus mensosialisasikan financial inclusion keranah warga Muhammadiyah.

 

 

Penerbitan e-money Muhammadiyah  menurut Syafrudin untuk meminimalkan beredarnya uang, mencegah korupsi, pencucian uang dan terorisme. Selain itu mengukur transaksi keuangan di lingkungan Muhammadiyah secara transparan.

 

 “Ketiga, menyamakan persepsi serta arah gerak dan langkah Muhammadiyah dari pusat sampai ke daerah dalam mengembangkan program-program pembangunan ekonomi persyarikatan,”ujarnya.

 

 Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia,  Muhammadiyah—memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dalam mendorong laju ekonomi umat.  Apalagi dari segi pendidikan misalnya amal usaha Muhammadiyah (AUM) mencapai 3.370 TK, 2901 SD/MI, 1.761 SMP / MTs, 941 SMA/MA/SMK, 67 Pondok Pesantren, dan 167 perguruan tinggi. Pada sektor kesehatan tercatat sebanyak 47 Rumah Sakit (PKU), 217 Poliklinik, 82 klinis bersalin.

 

 

Sementara di sektor ekonomi ada 1 bank syariah (saham Muhammadiyah 2,5 %), 26 BPR/BPRS dan 275 BMT/BTM, 1 Induk Koperasi BTM, 81 Koperasi Syariah, 22 Minimart dan 5 kedai pesisir.

 

 

Demikian juga pada wilayah sosial, Muhammadiyah memiliki lebih 400 buah panti asuhan, rumah singgah dan sejenisnya.  Takaran kasar total asset Muhammadiyah itu lebih dari Rp. 20 Triliun.*

 

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Politisi Partai Demokrat Berharap Lady Gaga Datang Lagi Lain Kali

Politisi Partai Demokrat Berharap Lady Gaga Datang Lagi Lain Kali

Saksi: Tersangka Ditembak dari Jarak Dekat

Saksi: Tersangka Ditembak dari Jarak Dekat

Pemerintah Segera Evaluasi Ahmadiyah

Pemerintah Segera Evaluasi Ahmadiyah

Kehadiran IHH ke Indonesia Agar Umat Tahu Ada Tuduhan Keliru

Kehadiran IHH ke Indonesia Agar Umat Tahu Ada Tuduhan Keliru

Soal “Masjid Terpapar Radikalisme”, Dr Henri: Tak Semua Penelitian Menjelaskan Fakta

Soal “Masjid Terpapar Radikalisme”, Dr Henri: Tak Semua Penelitian Menjelaskan Fakta

Baca Juga

Berita Lainnya