Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

PBNU Apresiasi sikap Presiden terkait FCTC

Bagikan:

Hidayatullah.com–Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengapresiasi sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang belum menyetujui ratifikasi Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (Framework Convention on Tobacco Control – FCTC).

Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Muhammad Sulthan Fatoni  mengatakan sikap Presiden itu merupakan bentuk keberpihakan terhadap rakyat.

“FCTC itu simbol kekuatan ekonomi global, dan patut disyukuri sikap Presiden yang tanpa ragu berada di pihak rakyat,” kata Sulthan, sebagaimana dikutip Antara hari Sabtu (08/03/2014),

Ia mengatakan, isu ratifikasi FCTC dan polemik UU Kesehatan mengganggu petani tembakau untuk memperoleh hak-hak dasar kehidupannya.

“Ini soal perlindungan, keadilan, kesejahteraan, dan perbaikan hidup masyarakat yang harus dipenuhi Pemerintah,” katanya.

Sulthan berharap Pemerintah lebih sensitif terhadap isu-isu pertanian, sekaligus fokus menyelesaikan persoalan pertanian.

Ia mengatakan saat ini petani butuh perhatian pada sektor permodalan, infrastruktur, perlindungan harga pascapanen, dan tata niaga yang baik.

“Sejak empat tahun terakhir kami terjun melakukan pendampingan, itu yang mendesak dibutuhkan oleh petani,” kata Sulthan.

Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Jumat (07/03/2014), mengatakan hingga saat ini Presiden belum menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) tentang ratifikasi FCTC.

Menurut Dipo, banyak pertimbangan yang mendasari sikap Presiden itu, salah satunya adalah memperhatikan nasib petani tembakau.

Selain itu, menurut Dipo, industri rokok kretek masih dianggap penting oleh Pemerintah karena menyumbang pendapatan negara hingga Rp110 triliun dari cukai tembakau.*

Rep: Anton R
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

90 Persen Muslim Tuna Netra Buta Alquran Braile

90 Persen Muslim Tuna Netra Buta Alquran Braile

Tips Hadapi Pejabat, Dai Bersikap Luwes Tapi Tegas

Tips Hadapi Pejabat, Dai Bersikap Luwes Tapi Tegas

Tokoh Politik Diminta Belajar dari KH Ahmad Dahlan & KH Hasyim Asy’ari

Tokoh Politik Diminta Belajar dari KH Ahmad Dahlan & KH Hasyim Asy’ari

Gara-Gara Politik, Ormas  Berseteru

Gara-Gara Politik, Ormas Berseteru

Ciri Pencela Fatwa Ulama, Bodoh dalam Fikih dan Ada Kesalahan Ilmu

Ciri Pencela Fatwa Ulama, Bodoh dalam Fikih dan Ada Kesalahan Ilmu

Baca Juga

Berita Lainnya