Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Din Syamsuddin Minta tak bawa kepentingan partai ke Muhammadiyah

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr Din Syamsuddin.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhammad Sirajuddin Syamsuddin menyatakan Muhammadiyah tidak memiliki hubungan organisasi dengan partai politik manapun dan ia meminta kepentingan partai tidak dibawa ke dalam Muhammadiyah.

“Muhammadiyah tidak ada hubungan organisatoris, struktural dan tidak berafiliasi dengan parpol manapun. Ini khittah organisasi sejak Muktamar tahun 1971 di Makassar,” kata tokoh yang biasa dipanggil Din Syamsuddin ini dalam acara bertajuk “Pemilihan Umum 2014: Bagaimana Menyikapinya?” di Jakarta, Jumat (07/03/2014) dikutip Antara.

Dengan demikian, menurut dia, tidak boleh ada parpol yang mengklaim sebagai partai Muhammadiyah.

Meski pihaknya tidak melarang kadernya untuk masuk ke dalam parpol, tetapi ia berpesan agar para kader Muhammadiyah tersebut jangan membawa kepentingan partai ke dalam organisasi.

“Jangan membawa kepentingan partai ke dalam Muhammadiyah, tapi bawalah nilai-nilai Muhammadiyah ke dalam parpol,” kata dia.

Diakuinya, kader-kader Muhammadiyah di berbagai parpol saat ini malah membawa kepentingan partainya ke dalam Muhammadiyah sehingga menimbulkan konflik internal.

Menjelang Pemilu 2014, pihaknya mengingatkan hubungan antarkader Muhammadiyah yang menjadi caleg agar tetap baik. Selain itu juga harus menghindarkan diri dari perpecahan dan tetap mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan parpol.

“Di beberapa dapil, ada beberapa kader Muhammadiyah berhadapan secara head to head, tak terelakkan ukhuwah akan terganggu, terutama oleh tim sukses karena mereka akan menjelekkan kader Muhammadiyah lain yang jadi rivalnya. Ini kerugian yang tidak bisa kita bayar jika Muhammadiyah terjebak dalam situasi seperti ini,” kata dia.

Din menambahkan bahwa Muhammadiyah memandang Pemilu sebagai proses politik yang bermakna strategis dan menentukan arah masa depan bangsa. Pemilu merupakan momentum jihad politik dan sarana membangun demokrasi yang baik dan upaya mengakhiri wajah perpolitikan yang selama ini, menurut dia, semakin jauh dari cita-cita reformasi.

“Demokrasi yang serba bebas tanpa tanggung jawab moral hanya menghasilkan kehidupan politik nasional yang sarat transaksional, korupsi dan politik dinasti,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya pun mendorong Pemilu 2014 agar bisa berlangsung demokratis, konstitusional dan lebih bermutu dari pemilu-pemilu sebelumnya.*

Rep: Anton R
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Peduli Sahabat: Pasal Kesusilaan KUHP Rugikan Klien yang Ingin Sembuh

Peduli Sahabat: Pasal Kesusilaan KUHP Rugikan Klien yang Ingin Sembuh

Bayar Denda Rp 50 Juta, Keluarga Habib Rizieq: Kami Memaklumi dan Sudah Membayarnya

Bayar Denda Rp 50 Juta, Keluarga Habib Rizieq: Kami Memaklumi dan Sudah Membayarnya

LPOI Dibentuk untuk Menanggulangi Ormas Radikal

LPOI Dibentuk untuk Menanggulangi Ormas Radikal

Soal Salam Lintas Agama, MUI Jatim: Muslim Cukup Ucapkan “Assalamu’alaikum…”

Soal Salam Lintas Agama, MUI Jatim: Muslim Cukup Ucapkan “Assalamu’alaikum…”

Pelatihan Pengelolaan Rumah Tahfizh se-Sulsel

Pelatihan Pengelolaan Rumah Tahfizh se-Sulsel

Baca Juga

Berita Lainnya