Jum'at, 26 Maret 2021 / 13 Sya'ban 1442 H

Nasional

Guru Besar UGM sebut Istilah 4 Pilar Mereduksi Makna Pancasila

ilustrasi
Bagikan:

Hidayatullah.com–Guru Besar Universitas Gajah Mada (UGM) Profesor Kaelan, M.S mengungkapkan, munculnya istilah Pancasila sebagai Pilar Negara dalam Undang-Undang Parpol berpotensi menyesatkan pemahaman dan penghayatan bangsa terhadap Pancasila.

Hal ini diungkapkan Kaelan saat menjadi saksi ahli dalam sidang uji materi Pasal 34 ayat (3b) huruf a, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik (UU Parpol), yang digelar Mahkamah Konstitusi (MK) pada, Selasa (04/03/2014).

“Itu merupakan penguburan ideologi, nilai-nilai kebangsaan. Bangsa di dunia yang mengubur ideologinya (Pancasila) adalah Indonesia,” kata Kaelan dalam pemaparannya dikutip jpnn.

Dia menambahkan, Pancasila dalam empat pilar, mengacaukan pengetahuan tentang Pancasila. Dirinya menyebut, Pancasila dalam empat pilar, untuk kepentingan politik.

Secara prinsip, kata dia, isi Undang-Undang Nomor 2, Tahun 2011 sangat baik, terutama ketentuan tentang pendidikan politik pada Pasal 34 ayat (3) huruf b. Namun esensi Pancasila harus tetap diletakkan sebagai dasar negara Republik Indonesia.

Ia mempertanyakan darimana referensi pembuat UU Parpol itu sehingga mensejajarkan Pancasila dengan empat pilar bangsa.

“Ini adalah ketidaktahuan tentang Pancasila sebagai dasar filsafat negara. Istilah ’Pancasila sebagai Pilar Berbangsa dan Bernegara’ itu sumbernya darimana.” tegasnya.

Sebelumnya, uji materi UU Parpol ini diajukan oleh Masyarakat Pengawal Pancasila Jogyakarta, Solo, Semarang (MPP Joglosemar).

UU Parpol ini digugat lantaran dalam pasal tersebut diatur Parpol wajib mensosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan yang menempatkan Pancasila sebagai salah satu pilar.

Pemohon menilai, dengan berlakunya Pasal tersebut telah merugikan hak konstitusional pemohon. Sebab, Pancasila yang merupakan dasar negara Indonesia disejajarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 1945 dalam Pilar Kebangsaan.

Pemohon juga menilai, sosialisasi oleh MPR tentang Empat Pilar Kebangsaan yang salah satunya adalah Pancasila, merupakan kesalahan berpikir dalam ideologis. Hal tersebut melanggar konstitusi karena dalam UUD 1945 sudah termaktub, bahwa Pancasila dasar Negara, bukan sebagai pilar.

Sejak disahkan secara konstitusional pada 18 Agustus 1945, Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara, pandangan hidup, ideologi nasional, dan pemersatu dalam perikehidupan kebangsaan dan kenegaraan Indonesia.

Namun mulai tahun 2010,  MPR RI melakukan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, di mana Pancasila diposisikan sebagai salah satu pilar yang sejajar dengan UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Muhammadiyah: Hubungan dengan Israel Melanggar Konstitusi

Muhammadiyah: Hubungan dengan Israel Melanggar Konstitusi

Neno Warisman Dipersekusi di Bandara Pekanbaru, ‘Disandera’, Dipulangkan Paksa

Neno Warisman Dipersekusi di Bandara Pekanbaru, ‘Disandera’, Dipulangkan Paksa

Presiden Yudhoyono Menerima PM Salam  Fayyad

Presiden Yudhoyono Menerima PM Salam Fayyad

MUI Minta Pemerintah Daerah Tak Larang Takbir Keliling

MUI Minta Pemerintah Daerah Tak Larang Takbir Keliling

UZMA Dipanggil Polisi, Keluarga Anggap Ustadz Zulkifli Sedang Rihlah

UZMA Dipanggil Polisi, Keluarga Anggap Ustadz Zulkifli Sedang Rihlah

Baca Juga

Berita Lainnya