Ahad, 14 Februari 2021 / 2 Rajab 1442 H

Nasional

Muhammadiyah Setuju Fatwa Haram Pemakaman Mewah

Beginilah pemakaman mewah di San Diego Hill. Satu-satunya kuburan mewah di Indonesia
Bagikan:

Hidayatullah.com–PP Muhammadiyah menyepakati fatwa haram yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait jual beli lahan pemakaman mewah karena hal tersebut dianggap telah berlebihan.

“Yang nggak diperbolehkan itu bermewah-mewahan, kan satu orang cukup 1x 2 meter, ini bisa sampai puluhan meter luasannya, dibuatkan joglonya. Ini israf (berlebihan),” kata Ketua PP Muhammadiyah Bidang Tarjih, Tajdid dan Pemikiran Islam Yunahar Ilyas, di Jakarta, Rabu (26/02/2014) dikutip Antara.

Menurut dia, pemakaman yang dibuat secara mewah, selanjutnya bisa mengurangi luas lahan yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan yang lebih berguna. Dikatakannya, dengan bisnis pemakaman mewah yang banyak diperjual-belikan bisa menimbulkan kecemburuan sosial orang yang masih hidup terhadap orang meninggal.

Dia mencontohkan pemakaman mewah di Mesir malah dijadikan tempat tinggal oleh penduduk setempat. Hal tersebut karena warga Mesir kekurangan lokasi untuk tempat tinggal.

“Mereka tinggal di kuburan, mereka bawa tempat tidur, televisi. Mereka nyaman disana karena lantainya berkeramik, ada atapnya,” kata dia.

Pemakaman mewah, menurut dia bisa berujung pada pengkultusan individu yang menyebabkan musyrik. Itulah salah satu sebab Islam melarang pemakaman mewah.

Dia menjelaskan bahwa Islam mensyariatkan sebuah makam hanya boleh dilengkapi dengan sebuah patok saja sebagai tanda.

“Menurut sunnah nabi, makam tidak boleh dibuat permanen, tidak boleh ditinggikan, tidak boleh diberi tembok dan atap,” kata dia.

Pihaknya mengatakan bahwa sebuah makam bisa ditumpuk dengan jenazah yang lain setelah dalam kurun waktu tertentu untuk menghemat lahan.

Menurut dia, hal tersebut biasanya dilakukan untuk jenazah-jenazah yang memiliki hubungan keluarga.

“Kuburan yang ditumpuk itu untuk menghemat lahan, dalam hukum Islam tidak masalah,” kata dia.

Fatwa Haram

Sebelumnya Mejelis Ulama Indonesia (MUI) telah menerbitkan fatwa haram terkait jual beli lahan pemakaman mewah.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) merasa prihatin dengan maraknya pemakaman Muslim modern, mewah, dan berharga mahal. Menurut MUI, hal ini tidaklah sesuai ajaran Islam. Pernyataan ini dikatakan KH Ma’ruf Amin, Ketua MUI saat berbincang dengan hidayatullah.com, di kantor MUI Jalan Proklamasi 51 Jakarta, Kamis (19/12/2013).

“Pemakaman itu sebaiknya sederhana saja. Hukum membangun makam itu makruh kalau di tanah milik sendiri. Kalau di tanah wakaf tentu haram hukumnya,” kata Kiai Ma’ruf.*

 

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Inilah Isi Surat Edaran Mewaspadai Syiah ‘Berkop Propinsi Sulsel’

Inilah Isi Surat Edaran Mewaspadai Syiah ‘Berkop Propinsi Sulsel’

Rakernas III MUI Perkuat Islam Wasathiyah dan Arus Baru Ekonomi

Rakernas III MUI Perkuat Islam Wasathiyah dan Arus Baru Ekonomi

IMM Laporkan Ahok ke Polda, PP Muhammadiyah Tak Berminat

IMM Laporkan Ahok ke Polda, PP Muhammadiyah Tak Berminat

KPU: 296 Petugas KPPS Meninggal, Sandi: bak Ladang Pembunuhan

KPU: 296 Petugas KPPS Meninggal, Sandi: bak Ladang Pembunuhan

HTI: DPR Jadi Alat Legitimasi Intervensi Asing

HTI: DPR Jadi Alat Legitimasi Intervensi Asing

Baca Juga

Berita Lainnya