Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Raja Yordania Kunjungi Indonesia

Jordan Embassy
Bagikan:

Hidayatullah.com—Mulai hari Selasa ini hingga Rabu (25-26 Februari) Raja Yordania Abdullah bin Al-Hussein (Abdullah II) akan melakukan kunjungan kerja ke Indonesia.

Raja yang bertahta sejak 1999 ini dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (26/02/2014).

Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah dikutip laman Setkab mengatakan, sebelumnya kedua pemimpin telah bertemu dua kali, yaitu pada saat kunjungan kenegaraan Raja Abdullah II ke Jakarta pada 12-13 Oktober 2005 ke Jakarta, dan saat kunjungan kenegaraan Presiden Yudhoyono ke Yordania pada 2-3 Mei 2006.

“Dalam pertemuan kali ini, kedua pemimpin akan membahas upaya-upaya untuk memperkuat kerja sama bilateral di berbagai bidang seperti ekonomi, pertahanan, sosial budaya, dan dialog antar-agama. Kedua kepala negara juga akan membahas perkembangan terkini di kawasan Timur Tengah,” kata Faizasyah di Jakarta, Senin (24/02/2014).

Dalam pertemuan bilateral, lanjut Faizasyah, Presiden Yudhoyono dan Raja Abdullah akan menyaksikan penandatanganan MoU pendirian perusahaan joint venture antara PT. Pupuk Kaltim dengan Jordan Phosphate Mining Co. Lt

Setelah pertemuan bilateral, lanjut Faizasyah, Presiden SBY akan menyelenggarakan jamuan santap siang untuk menghormati Raja Abdullah II beserta delegasi Yordania, di Istana Negara.

“Setelah pertemuan dengan Presiden Yudhoyono, Raja Abdullah II akan menghadiri Multaqa Sufi (pertemuan para kaum Sufi sedunia) yang diselenggarakan oleh Nahdlatul Ulama,” tambah Faizasyah.

Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional itu mengemukakan, hubungan diplomatik Indonesia-Yordania dimulai pada tahun 1950, dan telah terus berkembang dengan baik. Kerja sama di bidang politik dan pertahanan terus dijajaki dan ditingkatkan.

Ia menjelaskan, Indonesia turut berpartisipasi sebagai pengamat dalam latihan militer gabungan Eager Lion 2013 yang dilakukan di Yordania.

“Latihan militer gabungan ini diikuti oleh 19 negara antara lain AS, Mesir, Prancis, Arab Saudi, Iraq, Inggris  dan Persatuan Emirat Arab,” ungkapnya.

Adapun dalam bidang ekonomi, menurut Faizasyah, hubungan perdagangan Indonesia-Yordania menunjukkan peningkatan. Volume perdagangan pada tahun 2013 tercatat sebesar 438,59 juta dollar AS. Ekspor Indonesia ke Yordania di antaranya adalah kayu dan produk olahannya, textile dan garment, palm oil, furniture, kopi dan teh.

Sementara itu, impor Indonesia dari Yordania adalah potash, fosfat, garam, dan produk-produk dari Laut Mati. Sementara itu di bidang investasi, total investasi Yordania di Indonesia tercatat sebesar 211,9 juta doliar AS dengan beberapa proyek di Jawa Timur dan Jakarta.

“Yordania merupakan negara investor terbesar ke-15 di Indonesia,” papar Faizasyah.

Kerajaan Yordania Hasyimia menganut sistim pemerintahan monarki konstitusional. Negara berpenduduk 6,3 juta jiwa ini memiliki GDP sebesar 31,02 miliar dollar AS.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Panita Konferensi Gay dan Lesbian Yakin Acara Bisa Diselenggarakan

Panita Konferensi Gay dan Lesbian Yakin Acara Bisa Diselenggarakan

Sejarawan Tiar Anwar Bachtiar Ingatkan Prioritas Umat Islam adalah Agenda Keilmuan

Sejarawan Tiar Anwar Bachtiar Ingatkan Prioritas Umat Islam adalah Agenda Keilmuan

Mahkamah Konstitusi Tolak Uji Materi UU Penodaan Agama

Mahkamah Konstitusi Tolak Uji Materi UU Penodaan Agama

Obama Batal Berkunjung, HTI Masih Demo

Obama Batal Berkunjung, HTI Masih Demo

Nashirul Haq: Jadikan Masjid Pusat Kendali Umat

Nashirul Haq: Jadikan Masjid Pusat Kendali Umat

Baca Juga

Berita Lainnya