Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Keluarga “Terminal”, bisa Ubah Orientasi Seksual Anak

inkedincolour.com
Kehangatan di rumah berpengaruh pada perkembangan psikis anak-anak
Bagikan:

Hidayatullah.com–Bendri Jaisyurrahman, aktivis Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia, mengatakan saat ini banyak keluarga  memperlakukan rumah sebagai terminal.  Orangtua tidak berfungsi sebagai penghangat keluarga, tapi sebagai “penunjuk waktu” dan “mesin pencetak uang”.

“Sepulang kerja, pertanyaan orangtua berkutat seputar Pekerjaan Rumah (PR), ulangan dapat nilai berapa dan berbagai pertanyaan teknis lainnya,” ujarnya pada hidayatullah.com belum lama ini.

Padahal menurutnya, pertanyaan itu membuat anak menjadi jenuh.Masih banyak topik tentang hobi, perasaan sang anak yang bisa ditanyakan setiap hari.

Karena itu ia mengatakan, fenomena seperti itu tak ubahnya seperti keluarga terminal.

“Siapa sih, yang mau rapat keluarga di terminal? Di sana cuma basa-basi. Belum selesai ngomong, buru-buru pergi karena bus yang ditunggu sudah datang,”tutur konsultan keluarga ini. Tipikal keluarga terminal, menurunya jauh dari kehangatan.

Mereka yang kesepian akan mencari hal lainnya di luar keluarga. Tak heran, pernah terjadi seorang gadis remaja kabur dari rumah bersama pria yang baru tiga hari dikenal melalui Facebook.

“Pada saat lonely, pengaruh apapun akan bisa diterima oleh anak karena Ia tidak memiliki nilai-nilai yang ditanamkan keluarga,”ucap Bendri yang banyak menangani keluhan orangtua pada anak remaja.

Kesibukan berlebih para ayah dalam mencari nafkah, akan menghasilkan anak-anak yang kesepian. Apalagi jika tidak ada figur pengganti dalam keluarga seperti Paman atau Kakek. Saat itulah celah masuknya isu feminisme.

Sampai pada tahap paling parah, bisa merubah orientasi seksual anak. “Ia nyaman dengan teman perempuannya karena ayahnya dingin atau bahkan kasar terhadap Ia dan Ibunya, akhirnya menjadi lesbian atau kebanci-bancian,” ujar Bendri prihatin.*

Rep: Rias Andriati
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Forum Ulama Muda Jakarta: Ahok Tak Patut Jadi Gubernur, Berpotensi Lahirkan Konflik SARA

Forum Ulama Muda Jakarta: Ahok Tak Patut Jadi Gubernur, Berpotensi Lahirkan Konflik SARA

beasiswa Ruang Baik

Ruang Baik Salurkan Beasiswa Pendidikan Sarjana di Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI

Gema Keadilan: Ahok tanpa Jokowi, Tamat!

Gema Keadilan: Ahok tanpa Jokowi, Tamat!

Kemenag Bahas Naskah Akademik Penyatuan Kalender Islam

Kemenag Bahas Naskah Akademik Penyatuan Kalender Islam

Indonesia-Yordania Sepakat Terus Upayakan Kemerdekaan Palestina

Indonesia-Yordania Sepakat Terus Upayakan Kemerdekaan Palestina

Baca Juga

Berita Lainnya