Kamis, 27 Januari 2022 / 24 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

Persaudaraan bisa menjadi Modal Perjuangan Islam

hidayatullah.com/M Abd Syakur
Bagikan:

Hidayatullah.com–Umat Islam diserukan memperkuat jaringan dan persaudaraan, sebab keduanya sangat penting. Dalam bisnis minimarket misalnya, semakin kuat jaringan, semakin banyak konsumen diraup. Ukhuwah Islamiyah jangan mau kalah dengan bisnis minimarket.

Pesan ini disampaikan mantan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Kalimantan Timur (Kaltim), Drs Nursyamsa Hadis saat menjadi pembicara pada Halaqah Peradaban di Masjid Ummul Quraa, Cilodong, Depok, Jawa Barat.

“Sesuatu yang mahal dari sisi bisnis itu jaringan. Dengan jaringan yang dibuat tentu saja dapat meraup konsumen sebanyak-banyaknya. Menyebut Indomaret misalnya, saya kira di antara santri tidak ada yang tidak kenal. Betapa kuat jaringan itu,” ujarnya di depan ratusan santri dan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi hidayatullah, belum lama ini.

Nursyamsa mengatakan, ukhuwah Islamiyah saat ini harus dipertahankan dan diperkuat. Bagi para generasi muda, ke depannya jaringan persaudaraan mereka akan menjadi modal perjuangan Islam. Termasuk dari sisi ekonomi.

“Bangun persaudaraan yang bagus. Karena kita tidak akan tahu jadi apa kita semua ke depan. Dan pasti akan menyebar,” ujarnya.

Nursyamsa mengatakan, banyak indikator sederhana akan kondisi ukhuwah Islamiyah saat ini. Di pesantren misalnya, biasanya para santri rajin berbagi makanan bahkan saling meminjamkan pakaian kepada sesamanya. Jika ada santri yang kikir, akan dijauhi kawan-kawannya.

“Ini menunjukkan sifat kikir akan menghalangi terbangunnya sifat persaudaraan di antara sesama,” jelas anggota Dewan Syura Hidayatullah ini.

Jika berbagi makanan saja kikir, lanjutnya, tentu akan sulit terbangun persaudaraan dalam lingkup yang lebih besar lagi. Apalagi jika sudah berbicara membangun peradaban Islam dan negara yang lebih baik.

“Bagaimana membangun ukhwah, sebetulnya itu buah dari proses pembinaan keimanan,  proses membangun aqidah yang benar. Proses itulah yang dibangun oleh manhaj di Hidayatullah. Al-‘Alaq melahirkan pernyataan tauhid,” ujarnya.

Dalam konteks al-‘Alaq, jelasnya, umat Islam harus mengikuti hanya apa yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi apa yang dilarang. Serta menjadikan Muhammad sebagai tokoh idola.

“Refleksinya, bagaimana sikap kita terhadap al-Qur’an. Kalau kau mau jadi orang hebat: bacalah al-Qur’an, zikir yang bagus,” pesannya.

Dia mengatakan, persaudaraan akan lahir pelan-pelan. Maka harus dibangun sejak dini dan di berbagai lini. Di sekolah misalnya, bagaimana para guru membangun keakraban dengan para murid.

“Guru yang baik adalah guru yang bisa berbaur dengan murid-muridnya. Kita harus lihat pekerjaan kita itu dalam dimensi ukhuwah. (Memandang murid) itu adalah anak-anak kita. Ini hanya bisa terbangun jika kita memiliki ideologi yang benar,” pesannya.*

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Mega Tolak Isu Jokowi jadi Bonekanya

Mega Tolak Isu Jokowi jadi Bonekanya

Aksi Solidaritas untuk Muslim Selandia Baru

Aksi Solidaritas untuk Muslim Selandia Baru

Profesor Sri Edi: Ada Menteri Preman

Profesor Sri Edi: Ada Menteri Preman

Yusril Dukung 01, Majelis Syuro PBB: Kita Memang Berbeda

Yusril Dukung 01, Majelis Syuro PBB: Kita Memang Berbeda

Kapolres Minta Peserta Tabligh Akbar Garut Ikuti Acara dengan Tertib

Kapolres Minta Peserta Tabligh Akbar Garut Ikuti Acara dengan Tertib

Baca Juga

Berita Lainnya