Jum'at, 28 Januari 2022 / 24 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

Rakyat Terluka, Presiden SBY Didoakan Khusnul Khotimah

Muh. Abdus Syakur.
Poster sindiran terhadap SBY di Jakarta.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Jabatan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan segera berakhir. Sekjen DPP Front Pembela Islam (FPI) KH Ahmad Shobri Lubis mendoakan SBY agar mengakhiri jabatannya dengan baik (khusnul khotimah).

Harapan Kiai Shobri ini menyikapi berbagai kebijakan SBY akhir-akhir ini yang melukai rakyat. Misalnya, membebaskan bandar narkoba Schapelle Leigh Corby dan keluarnya peraturan presiden (Perpres) yang dinilai melegalkan miras.

“Kita harap ada khusnul khotimah SBY. Seharusnya kalau dia punya iman, dia akan tahu bagaimana laknat Allah terhadap (Perpres. Red) miras,” ujarnya dalam aksi damai di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat, 14 Rabiul Akhir 1435 H (14/2/2014) sore.

Shobri menyayangkan sikap SBY di akhir masa jabatannya ini. Apalagi atas keluarnya Perpres No 7 Tahun 2013.

“Bahkan di atasnya (surat Perpres. Red) ada tulisan ‘dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa’,” ketusnya.

Pemerintah dinilai seakan menyalahi falsafah “Tuhan Yang Maha Esa” tersebut. Misalnya, di saat pemerintah menyatakan perang melawan narkoba, tapi ternyata ratu narkoba asal Australia, Corby, dibebaskan oleh SBY.

Sedangkan jika rakyat kecil yang terlibat kasus narkoba, katanya, bisa-bisa dihukum mati.

Shobri menilai, kasus-kasus miras maupun narkoba yang terjadi di Indonesia membuat rakyat terus sengsara.

“Tekankan komitmen kita umat Islam untuk senantiasa memberantas minuman keras di Indonesia. Minimal, membuat spanduk (bertuliskan) ‘masyarakat sini menolak miras’,” pesannya.

Jika aspirasi umat Islam tersebut tidak digubris oleh SBY, Shobri mengultimatum pihaknya takkan memberi masukan lagi bagi pemerintah.

“Tapi bisa-bisa rakyat yang langsung bertindak,” imbuhnya mewanti-wanti.

Shobri mengatakan, perang melawan miras bukan hanya dilakukan oleh umat Islam. Masyarakat non-Muslim pun turut memeranginya. Misalnya para ibu di Irian Jaya yang tidak mau jadi korban miras dengan melakukan sweeping (razia).

“Yang aneh, kalau yang melakukan (sweeping) adalah non-Islam, tidak dibilang anarkis. Tapi kalau FPI, kalau umat Islam yang sweeping, media massa langsung nyebut anarkis,” sindirnya disambut ratusan massa.*

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Bambang Widodo Nilai Kepolisian Lebih Banyak Berpihak pada Pemodal

Bambang Widodo Nilai Kepolisian Lebih Banyak Berpihak pada Pemodal

Menjelang Milad ke 109, Muhammadiyah Sampaikan Pesan Optimis Hadapi Pandemi dan Komitmen Menebar Nilai Utama

Menjelang Milad ke 109, Muhammadiyah Sampaikan Pesan Optimis Hadapi Pandemi dan Komitmen Menebar Nilai Utama

Serbuan Buruh Asing Dinilai Tak Bisa Dibendung karena Kebijakan Bebas Visa

Serbuan Buruh Asing Dinilai Tak Bisa Dibendung karena Kebijakan Bebas Visa

Gunung Semeru Meletus, Banjir Halmahera, Longsor Manado, Menambah Daftar Bencana Awal 2021

Gunung Semeru Meletus, Banjir Halmahera, Longsor Manado, Menambah Daftar Bencana Awal 2021

BMH Terima Izin Perpanjangan LAZ Nasional

BMH Terima Izin Perpanjangan LAZ Nasional

Baca Juga

Berita Lainnya