Rabu, 19 Januari 2022 / 15 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

Keluarga terduga Kasus Terorisme Poso Kesulitan Lihat Jenazah

ANT
Uswatun Hasanah (kiri) istri terduga pelaku kasus terorisme S bersama keluarganya, mengungkapkan keinginannya dapat bertemu suaminya sebelum dibawa pihak kepolisian ke Jakarta, di Desa Labuan, Lage, Poso, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/12).
Bagikan:

Hidayatullah.com–Orangtua terduga pelaku kasus terorisme yang meninggal dunia di Kabupaten Poso beberapa hari lalu kesulitan melihat jenazah anaknya karena berbagai alasan petugas Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah, Selasa (11/02/2014) malam.

Anggota Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Universitas Tadulako Palu, Harun Nyak Itam Abu, kepada wartawan meminta kepada Kepala Polda Sulawesi Tengah agar mempermudah keluarga melihat jenazah berinisial H.

“Kasihan mereka sudah datang ke Palu sejak pukul empat sore tapi tidak diizinkan. Padahal dalam pemberitaan di media, polisi mengimbau agar warga yang merasa kehilangan anggota keluarga bisa melihat jenazah,” kata Harun yang juga merupakan pendamping keluarga korban dikutip Antara.

Orangtua yang meyakini korban baku tembak di Poso itu anaknya adalah Mailani Hudaya dan Nur Hasanah yang saat ini berdomisili di Tanggerang, Provinsi Banten.

Atas kesulitan itu, Harun menghubungi Kepala Polda Sulawesi Tengah Brigjen Polisi Ari Dono Sukmanto agar mempermudah keluarga melihat jenazah guna memastikan mayat itu anaknya atau bukan.

Namun hingga saat ini belum ada jawaban dari orang nomor satu di Polda Sulawesi Tengah ini.

Kedua warga yang mengaku orangtua korban itu sebelumnya telah dimintai keterangan di Direktorat Reskrimum Polda Sulawesi Tengah, serta diambil contoh sidik jari.

“Tapi polisi bilang sidik jari yang dikirim itu kabur sehingga susah dibaca,” kata Harun.

Sekitar pukul 22.30 WITA, warga yang mengaku keluarga korban pergi meninggalkan Polda Sulawesi Tengah, dan akan mendatangi RS Bhayangkara Palu.

“Kita berharap keluarga bisa melihat jenazah besok meski hanya satu menit saja,” katanya.

Beberapa hari sebelumnya, keluarga terduga pelaku berinisial F melihat jenazah dan sehari kemudian mayat itu diambil untuk dimakamkan ke Poso.

Pada Kamis (06/02/2014), Brimob Polda Sulawesi Tengah baku tembak dengan kelompok sipil bersenjata di Kabupaten Poso. Baku tembak itu menewaskan dua terduga pelaku dan seorang polisi.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Perhimpunan Donatur GNPF-MUI: Kami Menyumbang Karena Membela Al-Qur’an

Perhimpunan Donatur GNPF-MUI: Kami Menyumbang Karena Membela Al-Qur’an

Banyak Alasan untuk Membela Palestina, seperti ini…

Banyak Alasan untuk Membela Palestina, seperti ini…

Sertifikasi Halal di Kamboja Meningkatkan Kepercayaan Wisatawan Muslim

Sertifikasi Halal di Kamboja Meningkatkan Kepercayaan Wisatawan Muslim

Jimly Sarankan Pemerintah Tidak Selalu Gunakan Istilah Investasi

Jimly Sarankan Pemerintah Tidak Selalu Gunakan Istilah Investasi

HMI MPO: Fenomena FPI Harus Jadi Bahan Intropeksi Pemerintah

HMI MPO: Fenomena FPI Harus Jadi Bahan Intropeksi Pemerintah

Baca Juga

Berita Lainnya