Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Bali Resmi Tolak Pameran Produk Tembakau

Gubernur Bali Made Mangku Pastika.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Bali secara resmi menolak menjadi tempat kegiatan International Trade Fair Tobacco Product and Smoking Accessories (Inter-Tabac) Asia atau Pameran Internasional Produk Tembakau dan Aksesoris Merokok Asia. Padahal menurut rencana kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) Nusa Dua pada 27-28 Februari 2014.

Penolakan pemerintah Provinsi Bali tersebut tertuang dalam surat yang ditujukan kepada Menteri Kesehatan tertanggal 4 Februari 2014. Surat penolakan yang ditandatangani Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Cokorda Ngurah Pemayun, tersebut juga ditembuskan kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Komisi Nasional Pengendalian Tembakau, dan Kepolisian Daerah Bali.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam keteranganya di Denpasar, Minggu (9/2/2014) petang mengatakan, penolakan dilakukan atas dasar Bali bukan penghasil tembakau. Selain itu, Bali juga telah memberlakukan Peraturan daerah (Perda) No. 10/2011 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

“Kita sudah punya Perda anti-rokok, tidak mungkin sudah ada perda, terus kita mau melanggar perda itu sendiri,” ujarnya, dilansir VOA.

Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Bahaya Rokok, Made Kerta Duana mengatakan, penolakan pemerintah provinsi Bali terhadap kegiatan Inter-Tabac menunjukkan komitmen pemerintah provinsi Bali dalam memerangi bahaya rokok. Apalagi Indonesia merupakan target utama industri rokok karena tidak memiliki kebijakan pengendalian rokok secara nasional  yang mengacu pada standar internasional.

Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Bali, Partha Muliawan mengatakan, ia berharap pemerintah segera meratifikasi Tobacco Control Initiative (inisiatif pengawasan tembakau) agar Indonesia tidak dijadikan pasar utama oleh para industri rokok dunia. Akibat belum meratifikasi inisiatif tersebut, Indonesia dipandang sebagai tempat yang paling ramah tembakau oleh industri rokok dunia.

“Kita boleh dikatakan sebagai tempat yang ramah untuk tembakau, karena pabriknya ada. Bahkan pabrik kita sudah milik orang asing, bukan kita yang punya. Mereka produksi di sini, dijual di sini, uangnya dibawa ke Amerika,” ujarnya.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahunnya tembakau menyebabkan enam juta kematian di seluruh dunia. Kebanyakan dari mereka berasal dari negara berpenghasilan rendah dan menengah, dan 200.000 di antaranya berasal dari Indonesia.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Bom Bali Biasa Dipakai Militer Asing

Bom Bali Biasa Dipakai Militer Asing

Jusuf Kalla: Kebijakan Imigrasi Trump Bangkitkan “Kecurigaan” terhadap Muslim

Jusuf Kalla: Kebijakan Imigrasi Trump Bangkitkan “Kecurigaan” terhadap Muslim

BNPB Ajak Penambang Ilegal Beralih ‘Ciptakan Emas’ dari Tumbuhan

BNPB Ajak Penambang Ilegal Beralih ‘Ciptakan Emas’ dari Tumbuhan

MUI Ingatkan Lagi Pemimpin Tidak Ingkar Janji

MUI Ingatkan Lagi Pemimpin Tidak Ingkar Janji

dana wakaf uang

Dukung Wakaf Uang, PPPA Daarul Quran: Penggunaan Dana harus Sesuai Kaidah Syariah

Baca Juga

Berita Lainnya