Selasa, 25 Januari 2022 / 21 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

Hadir di Yogyakarta, MIUMI: Islam Bukan Masalah Kemajemukan

Kiblat
Deklarasi MIUMI DIY.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) hadir di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), ditandai dengan acara deklarasi di Gedung PDHI Yogyakarta, Sabtu, 7 Rabiul Awal 1435 H (8/2/2014) pagi.

“MIUMI lahir sebagai wujud amanah dan tanggung jawab intelektual ulama terhadap kesinambungan risalah keilmuan, perjuangan, dan dakwah,” ujar Ketua MIUMI DIY, Ustadz Ridwan Hamidi, Lc, M.PI.

Wakil Ketua MIUMI DIY, Ustadz Fathurahman Kamal Lc, M.S.I mengatakan, lembaga ini akan bekerja dengan konteks keistimewaan Yogyakarta dan kemajemukannya. Sejarah panjang Yogyakarta tidak bisa terlepas dari keluhuran nilai Islam yang diajarkan para ulama.

“Sangat keliru jika ada anggapan bahwa Islam menjadi masalah bagi kemajemukan Yogyakarta,” ujar Fathurahman dalam rilis MIUMI DIY kepada Hidayatullah.com.

Menurutnya, sejarah keistimewaan Yogyakarta tidak dapat dipisahkan dari kejayaan Islam dalam sejarah panjang Kasultanan Mataram, dan peran sentral para ulama dan wali.

“Posisi masjid-masjid patok negoro menjadi bukti historis kuatnya pengaruh Islam dan ulama. Bukan saja pada tataran kekuasaan, tetapi juga dalam konteks kemasyarakatan,”  tambah Fathurrahman.

Ditambahkan, MIUMI DIY akan berjuang mendakwahkan Islam dengan spirit intelektual dan keulamaan di Yogyakarta.

Ustadz Jazir ASP, ulama sepuh di DIY, sangat mendukung kehadiran MIUMI di Kota Gudeg. Menurutnya, kekhasan Yogyakarta yang ayom dan ayem dengan ukhuwah dan kebersamaan dalam menghadapi permasalahan umat, hendaknya juga menjadi salah satu jiwa MIUMI DIY.

Diharapkan, berbagai unsur ulama, intelektual, dan tokoh muda di DIY dapat terwadahi dalam kepengurusan maupun kegiatan.

“Harapannya MIUMI memberi kontribusi besar bagi umat, dengan menjadi perekat, pengikat serta pembimbing, dan tidak justru menjadi tambahan beban bagi umat,” ujar Ustadz Jazir.

Pengukuhan pengurus MIUMI DIY dilaksanakan oleh Sekretaris Jenderal MIUMI Pusat, Ustadz Bachtiar Nasir. Acara pengukuhan ini dihadiri perwakilan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, Drs. H Masudin M.Pd.i mewakili Kanwil Kemenag DIY, Kamarudin Ningrat mewakili MUI DIY, serta berbagai tokoh masyarakat dan pimpinan ormas Islam setempat.

Intelektual dan ulama muda lainnya yang tergabung dalam MIUMI DIY adalah Sigit Yulianta, Nanung Danardhono, Beny Abdurrahman, Syatori Abdur Rouf, Muhammad Agung Bramantya, Alfi Syahar, Mohammad Fauzil Adhim, Okrizal Eka Putra, Ahmad Arif Rif’an,  Salim A Fillah, dan Dr Subhan Afifi.

Sebelumnya, MIUMI telah eksis di tingkat nasional dan daerah, seperti Aceh, Bekasi (Jawa Barat), Jawa Timur, dan Tangerang.*

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Kritik Kak Seto Atas Kaburnya Anwar, Pemerkosa dan Pembunuh Anak

Kritik Kak Seto Atas Kaburnya Anwar, Pemerkosa dan Pembunuh Anak

Usai Pengurusnya Ditangkap Polisi, PII Mengeluarkan Pernyataan Sikap

Usai Pengurusnya Ditangkap Polisi, PII Mengeluarkan Pernyataan Sikap

Dubes Palestina: Dukungan Kalian Menangkan Kami

Dubes Palestina: Dukungan Kalian Menangkan Kami

Problem Auditor Halal: Anggota Komisi X DPR RI Minta BPJPH Melakukan Pembenahan

Problem Auditor Halal: Anggota Komisi X DPR RI Minta BPJPH Melakukan Pembenahan

Guru Besar UIN: Bawaslu Bukan Ahli Agama

Guru Besar UIN: Bawaslu Bukan Ahli Agama

Baca Juga

Berita Lainnya