Ahad, 23 Januari 2022 / 19 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

Kisah Pejuang Subuh, Dari Broken Hearted Sampai Clubbing

Bagikan:

Hidayatullah.com–Awalnya pengunjung tetap klub malam, kini berubah menjadi “pasukan” dibarisan terdepan jamaah shalat Subuh. Itulah salah satu cerita yang terdapat dalam buku Pejuang Subuh yang diluncurkan Ahad, 2 Februari 2014, di Masjid Baitul ‘Ilm, Diknas, Jakarta.

Buku itu memuat kumpulan kisah nyata orang-orang yang istiqomah berjuang mengerjakan shalat Subuh berjamaah dan memperoleh keajaiban.

Buku yang diluncurkan oleh komunitas akun Twitter @Pejuang Subuh diharapkan bisa memotivasi umat Islam lainnya untuk terbiasa shalat Subuh.

Para pemilik kisah nyata itu sendiri yang menuliskan ceritanya. Buku yang diterbitkan Wahyu Qalbu itu bisa didapatkan di berbagai toko buku di Indonesia.

“Kami percaya, sulit bangun Subuh hanyalah masalah kebiasaan saja. Esensi gerakan ini ingin membentuk kebiasaan itu bersama-sama. Kalau belum terbiasa awalnya memang harus dipaksakan, lama-lama akan jadi mudah bangun Subuh,” jelas Hadi E. Salim, Pendiri @Pejuang Subuh.

Ia menyadari, pembiasaan ini bukanlah hal mudah. Ditengah jalan, pasti ada saja halangan. Komunitas yang memiliki motto : Istiqomah Sampai Khusnul Khotimah, ini dijadikan wadah untuk saling menguatkan shalat Subuh berjamaah.

Menurut Didot, panggilan akrab Hadi E. Halim, diperlukan setahun mengumpulkan kisah-kisah itu.

Didot kerap menjalani shalat Subuh diberbagai masjid.

“Selain dari curhat teman-teman di Twitter, saya juga tanya-tanya, kira-kira di antara mereka ada nggak yang punya cerita hijrah melalui shalat Subuh,”ulas mualaf yang terinspirasi dengan amalan 40 hari berturut-turut shalat Subuh berjamaah.

Hasil obrolan ringan paska Subuh berjamaah, menebarkan cerita-cerita mengharukan. Salah satunya tentang seorang anak muda bertato di lengan, rambut spike bercat warna-warni. Sosok anak gaul macam itu masuk ke Masjid Agung Al Azhar, Jakarta dan ikut Subuh berjamaah.

“Ada seorang bapak heran. Dia pikir, anak ini mungkin musafir. Tapi kok, seminggu berturut-turut nongol lagi ikut Subuh berjamaah,”ucap Didot sembari tersenyum geli mengingatnya.

Rasa penasaran itu akhirnya terjawab. Ternyata pemuda nyentrik itu sedang menjalani terapi untuk lepas dari kecanduan narkoba melalui shalat Subuh berjamaah.

Masih banyak cerita inspiratif lainnya yang bisa dibukukan.

“Salah satu kendala kami adalah mewawancarai dan menulis sendiri kisah orang yang karena usia atau fisik, tidak memungkinkan menulis,”ungkap Didot.

Seperti cerita seorang pria yang sudah 30 tahun berturut-turut shalat Subuh berjamaah. Dia selalu berada di shaf terdepan.

Keistiqomahannya membuatnya ditunjuk menjadi Ketua shalat Subuh berjamah di masjid itu.

“Usianya hampir 60 tahun. Dari rumahnya, beliau nggowes sepeda. Wajahnya adem banget,”cerita Didot tentang pria paruh baya itu. Didot menambahkan, dahulu, pria itu sering shalat berjamaah di masjid yang sama dengan Almarhum Buya Hamka.

Selain peluncuran buku, Pejuang Subuh juga meluncurkan program Istiqomah. Program yang baru dijalani 29 hari (per Senin 3 Februari 2014) ini bertujuan saling mengingatkan Shalat Subuh.

Satu kelompok terdiri dari 10 orang anggota dengan satu administrator. Rekapitulasi data shalat Subuh akan dilaporkan pada pihak pengurus @Pejuang Subuh.

Terdapat penilaian dan reward sesuai dengan lokasi dan kondisi shalat. Anggota yang berada di masjid saat adzan Subuh yang pertama, maka mendapat poin 1. Juga ada pangkat-pangkat tertentu jika berhasil memenuhi target.

Cara itu terlihat menarik dan menyemangati mereka untuk shalat tepat waktu. Khususnya untuk para pria, menyemangati mereka untuk shalat berjamaah di masjid.*

Rep: Ibnu Sumari
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Kristen Koptik Mesir Ingin Gunakan Syariat Islam sebagai Rujukan

Kristen Koptik Mesir Ingin Gunakan Syariat Islam sebagai Rujukan

Masjid Sunda Kelapa Jakarta Larang Jalaludin Rahmat Mengisi Pengajian

Masjid Sunda Kelapa Jakarta Larang Jalaludin Rahmat Mengisi Pengajian

Bimtek dai

Apresiasi Kemampuan Pesantren Hadapi Pandemi, Kemenag Sebut Perpres 82 Kado Indah Buat Santri

Pengamat: Umat Islam Saatnya Sadar Akan Konspirasi Zionis di Indonesia

Pengamat: Umat Islam Saatnya Sadar Akan Konspirasi Zionis di Indonesia

Mau Selamat Naik Pesawat,  Selalu Ingat Allah!

Mau Selamat Naik Pesawat, Selalu Ingat Allah!

Baca Juga

Berita Lainnya