Ahad, 23 Januari 2022 / 19 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

Mahasiswi yang Dihamili Sitok Srengenge telah Melahirkan

tempo.co
Sitok Sunarto alias Sitok Srengenge
Bagikan:

Hidayatullah.com–Walaupun dengan kondisi memprihatinkan, RW si korban kasus asusila penyair Sitok Srengenge terus berjuang untuk bisa melahirkan bayi perempuan nan cantik dengan selamat. Bayi cantik itu lahir pada Jumat 31 Januari 2014 pukul 21.15 WIB.

“Bayinya perempuan cantik, lahir bertepatan dengan imlek. RW kuat dan berjuang melahirkannya. Keluarga berbahagia, bersukacita,” kata Dosen UI sekaligus Pendamping RW, Saras Dewi dikutip Liputan6.com, Sabtu (01/02/2014).

Menurut Saras, RW memiliki kendala saat melahirkan.

“Detailnya saya diminta keluarga untuk tidak menceritakan. Maaf ya, memang kendalanya RW keadaannya kurus sekali ketika melahirkan, tp ia tetap berjuang,” kata Saras.

Seperti diberitakan sebelumnya, RW masih merasaka trauma yang mendalam.

“Mungkin karena pikiran dan trauma jadi RW itu berat badannya terus turun tapi janin sehat hanya kecil. Ya kecil karena kondisi berat badan sang ibu terus menurun. Tapi sejauh pantauan kami bayi sehat tidak ada gangguan apapun,” kata Saras dalam perbincangan sebelumnya.

Ditemani orang tua, saudara, pengacara, dan sahabat-sahabat, RW akhirnya mampu dengan selamat melahirkan bayi perempuan.

Tak Gugat Materi

Menurut pengakuan Kuasa Hukum RW, Iwan Pangka kelahiran bayi ini tidak membuat keluarga menggugat materi kepada pelaku.

“Bayi perempuan dan ibu kondisinya sehat, persalinan normal pada Jumat pukul 21.15 WIB. Yang pasti kami tidak menggugat materi berupa uang secara perdata,” kata Iwan.

RW merupakan mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia yang hamil akibat perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan Sitok. Atas perbuatannya, Sitok dilaporkan ke kepolisian atas tuduhan perbuatan tidak menyenangkan ke Polda Metro Jaya pada 29 Nopember 2013 dengan nomor pengaduan TBL/4245/XI/2013/PMJ/Dit Reskrimum.

RW yang sempat beberapa kali mencoba bunuh diri harus terus dikuatkan mentalnya untuk bisa menerima kehadiran bayinya.

Pasca terungkapnya korban RW, belakangan mulai muncul korban-korban lain oleh pria yang sebelumnya dikenal aktif di Komunitas Salihara itu.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

PT DKI Jakarta Vonis 9 Tahun untuk Ba’asyir

PT DKI Jakarta Vonis 9 Tahun untuk Ba’asyir

Pemerintah Aceh Diminta Sikapi Serius Temuan Misi Pendangkalan Akidah

Pemerintah Aceh Diminta Sikapi Serius Temuan Misi Pendangkalan Akidah

Syabab Hidayatullah Jatim Gelar Pelatihan Perawatan Jenazah

Syabab Hidayatullah Jatim Gelar Pelatihan Perawatan Jenazah

Menag Sayangkan Syiah Sampang Enggan Direlokasi

Menag Sayangkan Syiah Sampang Enggan Direlokasi

Wapres Boediono Tutup Muktamar Muhammadiyah

Wapres Boediono Tutup Muktamar Muhammadiyah

Baca Juga

Berita Lainnya