Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Gubernur NTB: Saya Berupaya Maksimal Bentengi Umat”

Zulkifli
Suasana Seminar Peradaban Islam di Aula Sangkareang Kantor Gubernur NTB
Bagikan:

Hidayatullah.com–Bertempat di Aula Sangkareang, Komplek Kantor Gubernur NTB pada Jum’at 24 Januari 2014 berlangsung seminar nasional dengan tema “Membangun Indonesia dengan Membangun Peradaban Islam”.

Hadir sebagai pembicara adalah 2 (dua) orang pucuk pimpinan 2 ormas Islam yaitu Ketua Umum Pimpinan Pusat Hidayatullah Bapak DR KH Abdul Mannan, MM dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PB NW) Bapak Dr TGH M. Zainul Majdi, MA yang juga adalah Gubernur Propinsi NTB.

Seminar yang dihadiri oleh ratusan peserta dari kalangan akademisi, Ormas, OKP, organisasi kemahasiswaan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat tersebut diawali dengan “Launching Program Da’i Membangun NTB” (PADAMU NTB) yang merupakan program persembahan Hidayatullah dalam bidang dakwah yaitu penyiapan kader-kader yang dilatih dan dibekali dengan berbagai kelimuan bermanfaat untuk umat.

Dalam seminar tersebut, Dr TGH M. Zainul Majdi menyampaikan tentang berbagai sentuhannya dalam menegakkan peradaban Islam sesuai dengan kewenangannya.

“Banyak orang bilang dan itu benar. Gubernurnya Tuan Guru, tetapi cafe di senggigi dan berbagai tempat di Lombok terus saja bertambah jumlahnya. Itu benar, tetapi andaikan izin pendirian cafe berada di tangan saya. Saya akan berupaya semaksimal mungkin membentengi umat. Tetapi karena UU Otda, itu wewenangnya Bupati atau Wali Kota setempat,” jelas doktor tafsir dari Al Azhar Kairo ini.

Suami dari Erika Panjaitan ini menambahkan bahwa fenomena ini yang seharusnya membuat ummat harus mengambil peran di dakwah struktural, supaya Bupati dan Walikota itu adalah delegasi ummat yang amanah dan mau berikhtiar menegakkan peradaban Islam.

Pembicara lainnya, Dr Abdul Mannan dalam paparannya menyampaikan konsep peradaban Islam dan ikhtiar untuk menegakkannya agar Islam kembali jaya seperti di masa-masa lalu.

“Sudah saatnya Islam jaya, dan itu akan dimulai dari Indonesia. Semua dipergilirkan, mulai dari Barat dan terakhir di Eropa, Turki. Kini saatnya giliran Asia Tenggara. Tapi, entahlah, seperti apa skenarionya nanti. Kita harus terus ikhtiar dalam menegakkan peradaban Islam sesuai bidang masing-masing,” jelas pimpinan pusat Hidayatullah kelahiran Gresik Jawa Timur ini.

Berbagai tanggapan mucul dalam sesi diskusi dari para akademisi maupun tokoh-tokoh Ormas Islam di NTB.

Follow up dari seminar tersebut akan diadakan FGD atau Diskusi Kelompok Terarah bersama tokoh-tokoh Ormas Islam di NTB dalam merumuskan dakwah untuk membangun ummat di NTB.*/kiriman Zulkifli (NTB)

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

KJRI Jeddah: Warga Saudi Kian Minat Belajar Bahasa Indonesia

KJRI Jeddah: Warga Saudi Kian Minat Belajar Bahasa Indonesia

Didatangi Anggota DPD RI, KFC Bantah Wajibkan Karyawan Muslim Pakai Topi Santa

Didatangi Anggota DPD RI, KFC Bantah Wajibkan Karyawan Muslim Pakai Topi Santa

“Malu Mestinya Sesama Kita Ribut Terus Masalah Khilafiyah”

“Malu Mestinya Sesama Kita Ribut Terus Masalah Khilafiyah”

Tes Bebas Narkoba Selayaknya Dilakukan Saat Menjadi Pejabat

Tes Bebas Narkoba Selayaknya Dilakukan Saat Menjadi Pejabat

Pelajar Muhammadiyah Kecewa UN di 11 Provinsi Ditunda

Pelajar Muhammadiyah Kecewa UN di 11 Provinsi Ditunda

Baca Juga

Berita Lainnya