Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Pemilik “Rumah Maksiat” Perempatan Mampang Minta Maaf pada Warga

hidayatullah.com/Thufail
Pemilik rumah dan bisnis dari kanan: Syafrudin Ali dan Ahmad Machbub saat menerima perwakilan ibu-ibu perempatan Mampang Jakarta Selatan
Bagikan:

Hidayatullah.com–Pemilik rumah kos-kosan yang dituduh menjadi tempat melakukan kemaksiatan akhirnya meminta maaf kepada warga perempatan Mampang Jakarta Selatan.

Achmad Machbub dan Syafrifudin Ali sang pemilik bisnis tersebut membantah jika terjadi bisnis prostitusi ditempat itu.

“Izinnya memang kos-kosan lalu kami jadikan kafe,” jelasnya saat bertemu perwakilan masyarakat pada hari Jum’at (24/01/2014).

Menurut Syarifudin, bisnisnya memang murni memfasilitasi kos-kosan putri.

Adapun kafe hanya sebatas pelengkap karena kapasitas rumah yang memang untuk jadi hotel kecilpun bisa. Itulah mengapa ia berpikir untuk membuat kafe yang murni untuk bisnis yang positif.

“Ya itu kalau ada yang mau masak Indomie atau apa kan bisa di bar yang ada di kafe,” jelasnya lagi.

“Kami bukan anak kecil, semua orang tahu kalau ada sebuah bar pasti ada minuman kerasnya,” bantah Fahira Idris yang menjadi juru bicara warga setempat.

Selain masalah bar dan minuman keras, Fahira mengkritisi kepada penghuni kos-kosan yang menghilang. Menurutnya jika memang para penghuni kos-kosan itu orang baik-baik kenapa tidak berani menemui warga dan menjelaskan bahwa mereka berprofesi sebagai mahasiswa atau wanita kantoran.

“Aneh, saat hari Kamis kami berdemo mereka hilang serentak naik ke dalam 5 taksi, inikan berani mereka satu komplotan ngak mungkin anak kos dari kalangan mahasiswa,” jelas Ketua Gerakan Nasional Anti Minuman Keras (GeNAM), ini.

Walaupun sudah meminta maaf, Fahira tetap meminta warga untuk terus memantau keberadaan rumah bermotif abu-abu merah tersebut.

“Saya masih ragu bahwa mereka serius melakukan perubahan bisnis, saya juga pebisnis tidak semudah itu merubah bisnis a ke bisnis b, kami masih waspada,” jelasnya saat ditemui hidayatullah.com kembali pada hari Sabtu, (25/01/2013).*

 

Rep: Thufail Al Ghifari
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Zaitun Rasmin: Kasus Ahok Perkara Besar, Jangan Dianggap Main-main

Zaitun Rasmin: Kasus Ahok Perkara Besar, Jangan Dianggap Main-main

Tolak Perppu Ormas, FPKS Tegaskan Cinta NKRI, Pancasila, dan Konstitusi

Tolak Perppu Ormas, FPKS Tegaskan Cinta NKRI, Pancasila, dan Konstitusi

Komjen Iriawan Pj Gubernur, Dinilai Polri Diseret ke Politik Praktis

Komjen Iriawan Pj Gubernur, Dinilai Polri Diseret ke Politik Praktis

Hidayatullah Tebarkan Optimisme: Umat Sehat, Bangsa Sehat, Negara Sehat

Hidayatullah Tebarkan Optimisme: Umat Sehat, Bangsa Sehat, Negara Sehat

Tuduhan Terhadap JAT dan MMI Gegabah

Tuduhan Terhadap JAT dan MMI Gegabah

Baca Juga

Berita Lainnya