Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Wagub Aceh Sebut Aceh Dilanda ‘Tsunami’ Narkoba

Serambi
Warga Aceh berdoa saat peringatan sembilan tahun tsunami.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Tsunami yang menerjang sembilan tahun lalu, belum menjadi akhir ujian bagi rakyat Aceh. Pascamusibah dahsyat itu, Aceh ternyata diguncang ancaman ‘tsunami’ ciptaan manusia berupa narkoba yang peredarannya makin menggurita di semua lini kehidupan masyarakat Aceh.

Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Muzakir Manaf menegaskan hal itu dalam sambutan tanpa teks pada acara Refleksi Peringatan Sembilan Tahun Tsunami yang dipusatkan di Kompleks Taman Ratu Safiatuddin, Lampriek, Banda Aceh, sebagaimana diberitakan Serambi Indonesia Jumat (27/12/2013).

Acara yang dirangkai dengan doa dan zikir ini dihadiri ribuan warga dan para undangan. Di antaranya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Azwar Abubakar serta perwakilan negara-negara sahabat yang pada masa rehab-rekons dulu membantu Aceh.

Wagub menyebut, tsunami ciptaan manusia tidak kalah dahsyatnya dengan tsunami ciptaan Allah Swt pada 26 Desember 2004. Tsunami ciptaan manusia itu berupa penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di Aceh yang justru telah merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat.

Bahkan lebih dahsyat lagi, kata Wagub, peredaran narkoba sudah memasuki tahap ‘darurat’ yang akan mengantarkan Aceh pada titik nadir lost generation (kehilangan generasi penerus) dalam jangka panjang.

“Pada masa ini yang sangat kita sayangkan adalah tsunami yang diciptakan manusia, yang diciptakan oleh mereka-mereka yang tidak bertanggung jawab dan menyengsarakan anak-anak kita,” kata Wagub dengan suara tinggi menyiratkan keprihatinannya terhadap kondisi peredaran narkoba di Aceh.

Menurut Muzakir Manaf, bencana narkoba di Aceh sudah memasuki tahap ‘kritis’ karena sudah masuk ke berbagai lini, termasuk institusi pendidikan dengan target murid-murid sekolah.

Secara khusus dia minta para orang tua dan wali murid untuk mengawasi anak-anak mereka. “Wali murid harus waspada, kalau ragu kita tes urine siswa untuk melihat kebenarannya agar anak-anak kita terbebas dari narkoba,” tegasnya.

Wagub menyebutkan, apabila pemakaian narkoba telah menjadi kebiasaan hidup generasi muda Aceh, maka niscaya mereka akan kehilangan masa depan. Narkoba, kata Wagub, ibarat pagar memakan tanaman, merusak, dan meracuni pikiran.

“Inilah tsunami yang mengancam Aceh sekarang. Yang lebih fatal lagi (mereka) seperti jadi mayat hidup dan sampah yang berjalan di muka bumi,” ucapnya.

Dalam sambutannya Wagub juga menegaskan bahwa Pemerintah Aceh memberi tangung jawab penuh kepada Kapolda dan kejaksaan untuk mengusut tuntas mata rantai peredaran narkoba di Aceh. Terlebih, katanya, Aceh saat ini menjadi salah satu pusat peredaran narkoba terbesar di Indonesia yang tertata secara sistematis.

Bahkan, Wagub menengarai narkoba dari Aceh banyak diedarkan dan digunakan di Jakarta. “Kita harapkan Kapolda dan kejaksaan dapat menjadi perhatian,” ujarnya.

Pada bagian lain, Muzakir Manaf juga mengungkapkan, sepanjang tahun 2013 Aceh telah mengalami beberapa kali bencana besar, seperti gempa di Tangse, Pidie, Aceh Tengah, dan Bener Meriah.

Saat acara renungan sembilan tahun tsunami ini, kata Wagub, hendaknya musibah demi musibah yang melanda Aceh dapat menjadi hikmah untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt. “Di balik semua musibah, tentu ada hikmahnya agar kita semakin mendekatkan diri kepada Allah,” demikian Wagub Aceh.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Pertemuan Ulama dan Da’i Asia Tenggara Ingin Bentuk Majelis Fatwa Negara Asia

Pertemuan Ulama dan Da’i Asia Tenggara Ingin Bentuk Majelis Fatwa Negara Asia

Sulsel Siapkan Larangan Ahmadiyah

Sulsel Siapkan Larangan Ahmadiyah

Artis Sinetron Ini Bahagia Makin Banyak Selebritis Berhijab

Artis Sinetron Ini Bahagia Makin Banyak Selebritis Berhijab

Kebutuhan Korban Tsunami Banten dan Lampung

Kebutuhan Korban Tsunami Banten dan Lampung

Muhammadiyah: Draft RUU Ormas Potensial Batasi Kebebasan dan Represif

Muhammadiyah: Draft RUU Ormas Potensial Batasi Kebebasan dan Represif

Baca Juga

Berita Lainnya