Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Meski Terlacak di China, Kejagung Belum Bisa Tangkap Eddy Tansil

Eddy Tanzil atau Tan Tjoe Hong melarikan diri setelah merugikan negara Rp1,3 triliun
Bagikan:

Hidayatullah.com—Masih ingat buronan Negara Edy Tansil? Pembobol Bank Bapindo yang sudah melarikan diri selama 17 tahun ini rupanya terlacak keberadaannya setelah Kejaksaan Agung, Basrief Arief  menyatakan keberadaannya sudah terlacak di China.

“Pada 8 September 2011, sudah diminta untuk mengekstradisinya dari China ke Indonesia,” dikutip Antara di Jakarta, Senin (23/12/2013).

Hanya saja menurut Basrie Arief, negara belum mampu mengupayakan ekstradisi atas buronan yang sudah melarikan diri semenjak tahun 1996 ini.

Seperti diketahui, Eddy Tansil melarikan diri dari penjara Cipinang, Jakarta Timur pada 4 Mei 1996 saat menjalani masa hukumannya 20 tahun penjara.

Dirinya terbukti telah melakukan penggelapan uang sebesar US$565 juta yang didapatnya dari kredit Bank Bapindo melalui perusahaan Golden Key Group.

Di dalam putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, memvonisnya dengan 20 tahun kurungan, denda Rp30 juta, membayar uang pengganti sebesar Rp500 miliar dan membayar kerugian negara Rp1,3 triliun.

Kejaksaan Agung menyatakan penyerahan buronan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Andrian Kiki Ariawan dari Australia paling lambat dilaksanakan pada 16 Februari 2014.

“Pemerintah Australia menyatakan bahwa penyerahkan Andrian Kiki Ariawan dilaksanakan di Perth International Airport, dan harus dilaksanakan paling lambat 16 Februari 2014,”  tegas Basrief.

Hal itu, kata dia, berdasarkan Pasal 14 Ayat (2) Perjanjian Ekstradisi antara Republik Indonesia dan Australia.

Dia menambahkan  “copy” surat dari Departemen Kejaksaan Agung Australia kepada Kementerian Hukum dan HAM sebagai Otoritas Pusat, memuat informasi tentang perencanaan yang dibuat untuk penyerahan terpidana Ariawan kepada Indonesia.

Menurut Jaksa Agung,  Pengadilan Tinggi Australia menguatkan penetapan Menteri Kehakiman Australia untuk menyerahkan terpidana Andrian Kiki Ariawan ke Indonesia.

“Kedutaan Besar Australia melalui nota diplomatik nomor No:p187/2013 menyampaikan secara resmi kepada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia sehubungan Nota No. P182/2013 tentang permintaan ekstradisi Pemerintah Indonesia terhadap terpidana Adrian Kiki Ariawan,” paparnya.

Eddy Tanzil Tan Tjoe Hong atau Tan Tju Fuan membobol uang bank Rp1,3 triliun dengan bantuan katabelece (Surat Sakti) Laksamana TNI (Purnawirawan) Sudomo. Eddy Tanzil kabur sampai sekarang, termasuk sedikit dari sekian banyak konglomerat hitam yang ikut menggerogoti negara ini.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Jamaah Haji Indonesia Korban Musibah Mina Dipulangkan dengan Pesawat Khusus

Jamaah Haji Indonesia Korban Musibah Mina Dipulangkan dengan Pesawat Khusus

MK Tolak Gugatan Pasal Kesusilaan, Pemohon Terus Berjuang

MK Tolak Gugatan Pasal Kesusilaan, Pemohon Terus Berjuang

Presiden Jokowi Beri Jawaban Terkait 10 Berita Hoaks

Presiden Jokowi Beri Jawaban Terkait 10 Berita Hoaks

PP Muhammadiyah Minta Risma Tidak Gentar Menutup Dolly

PP Muhammadiyah Minta Risma Tidak Gentar Menutup Dolly

Survei Median: China Dianggap Ancaman Terbesar Indonesia

Survei Median: China Dianggap Ancaman Terbesar Indonesia

Baca Juga

Berita Lainnya