Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Menag Berharap RUU Produk Halal Segera Disahkan

Dalam beberapa kesempatan berkunjung ke daerah Menteri Suryadharma Ali mengecek produk halal di supermarket.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Menteri Agama, Suryadharma Ali, berharap Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Jaminan Produk Halal segera disahkan menjadi undang-undang (UU). Dia pun meminta agar masyarakat, baik yang menjadi konsumen maupun produsen, memperhatikan kehalalan semua produk.

“(Pengesahan RUU tentang Jaminan Produk Halal menjadi UU) diharapkan tahun ini bisa selesai,’’ ujar Menag,  saat ditemui usai melepas acara Gerak Jalan Kerukunan di Sport Center Indramayu, sebagaimana dilansir laman Kemenag, Kamis (19/12/2013).

Tetapi Menag mengakui, realisasi pengesahan RUU tentang Jaminan Produk Halal akan sulit terwujud tahun ini. Pasalnya, konsentrasi para anggota dewan  sudah bercabang ke persiapan pemilu 2014.

Namun Menag akan tetap mendorong DPR bersama-sama dengan Pemerintah untuk segera membahas, menyelesaikan, dan mengesahkan RUU Jaminan Produk Halal menjadi UU.

Ketika ditanya mengenai kendala yang menyebabkan lamanya penyelesaian pengesahan RUU Jaminan Produk Halal, Menag menyebutkan, saat ini hanya tinggal sedikit perbedaan pandangan dari sejumlah pihak. Di antaranya mengenai kewenangan yang menerbitkan sertifikat maupun mengenai laboratorium (yang memeriksa kehalalan suatu produk).

“Insya Allah dalam waktu dekat akan segera selesai,” terang Suryadharma.

Menag menambahkan, pengesahan RUU Jaminan Produk Halal itu merupakan salah satu target dari kampanye peningkatan penggunaan produk halal di tengah masyarakat. Target lainnya, tumbuhnya kesadaran para produsen dan konsumen terhadap kehalalan produk.

Menag menyatakan, para produsen, termasuk juga pedagang di pasar tradisional dan modern, diharapkan memperhatikan dan memprioritaskan kehalalan produk-produknya. Produsen dan pedagang yang mengutamakan kehalalan produknya tidak akan mengalami kerugian. Bahkan sebaliknya justru akan mendapat kepercayaan dari konsumen.

Selain itu, tambah Menag, para produsen juga harus segera memeriksakan produknya agar mendapatkan sertifikat halal atau tidak halal. Setelah itu, bukti halal atau tidak halal tersebut kemudian  dicantumkan pada produknya.

Menag menambahkan, masyarakat yang menjadi konsumen sangat membutuhkan informasi mengenai kehalalan suatu produk. Dengan dicantumkannya label/sertifikat halal, maka masyarakat bisa memastikan kehalalan produk yang dikonsumsinya.

“Mendapatkan informasi apakah produknya halal atau tidak halal merupakan hak setiap konsumen,” tegas Menag.  Sedangkan dari sisi konsumen, Menag berharap agar kesadaran konsumen tentang kehalalan produk juga dapat meningkat.

Dia meminta agar setiap kali masyarakat berbelanja suatu produk, baik di pasar tradisional maupun modern, diteliti dulu kehalalan produknya. ‘’Kalau memang (produknya) tidak halal, ya tinggalkan,’’ kata Menag.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Pangamanan Ketat dalam Sidang Perdana Kasus Penistaan Agama oleh Ahok

Pangamanan Ketat dalam Sidang Perdana Kasus Penistaan Agama oleh Ahok

McJAK Serahkan Bantuan untuk Korban Penggusuran di Pasar Ikan

McJAK Serahkan Bantuan untuk Korban Penggusuran di Pasar Ikan

Presiden: Periksa Kebenaran WNI Tewas di Kapal Marmara

Presiden: Periksa Kebenaran WNI Tewas di Kapal Marmara

Kejaksaan Ingin Polisi Segera Kirimkan Berkas Kasus Ahok

Kejaksaan Ingin Polisi Segera Kirimkan Berkas Kasus Ahok

Usia 14 Tahun, Arya Bagus Sudah jadi Mahasiswa UGM

Usia 14 Tahun, Arya Bagus Sudah jadi Mahasiswa UGM

Baca Juga

Berita Lainnya