Sabtu, 16 Oktober 2021 / 10 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Saras Dewi: Harus ada Pembaharuan Produk Hukum Lindungi Korban Bersuara

tempo.co
Sitok Sunarto alias Sitok Srengenge
Bagikan:

Hidayatullah.com—Ketua Program Studi (Kaprodi) Ilmu Filsafat, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UI LG.Saraswati Putri  mengusulkan pembaharuan hukum terhadap korban pelecehan atau pemerkosaan agar berani bicara.

Pernyataan ini disampaikan Saras Dewi,  demikian wanita yang selama ini mendampingi wanita-wanita yang diduga menjadi korban pelecehan dan pemerkosaan penyair ternama Sitok Srengenge.

“Kekerasan seksual harus dihentikan. Harus ada pembaharuan produk hukum untuk melindungi korban dan mendukung korban untuk bersuara. Untuk ketiga korban yang sudah bersuara, mereka memberanikan diri untuk bersuara demi menghentikan pelaku menimpakan kekerasan pada gadis-gadis lainnya,” demikian ujarnya kepada hidayatullah.com Rabu (18/12/2013) melalui SMS.

“Masyarakat masih sangat permisif terhadap pelaku kekerasan, sementara itu masih menghakimi dan menyudutkan korban. Kebudayaan hrs diubah, menjadi kebudayaan yg peka terhadap keadilan dan kemanusiaan,” lanjut Saras yang menolak diwawancarai melalui tatap muka.

Korban Ketiga

Seperti diketahui, belum lama ini muncul pengakuan korban ketiga dugaan pelecehan yang dilakukan  penyair Sitok Srengenge.

Seorang mahasiswi sebuah universitas di Jakarta mengaku dilecehkan pada tahun 2011 dan berani buka suara karena tergugah membantu korban RW (22), mahasiswi UI yang sebelumnya sudah melapor ke polisi.

“Dia (korban ketiga) juga tertarik puisi-puisi Sitok,” kata dosen UI, Saras Dwi,  dikutip The Jakarta Post, Senin (16/12/2013). Saras Dewi selama ini dikenal sebagai pendamping RW.

Saras Dewi mengatakan, modus yang diduga dilakukan Sitok sama dengan yang dia lakukan terhadap RW, korban pertama. Yakni menggunakan statusnya sebagai penyair terkenal untuk bisa melakukan hubungan seks dengan korbannya.

“Juga dikasih alkohol,” ujar Sarasdewi menambahkan terjadi persetubuhan antara keduanya.*

Rep: Ibnu Sumari
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Putra Madura Raih Doktor setelah Teliti Manuskrip Langka Era Dinasti Seljuk

Putra Madura Raih Doktor setelah Teliti Manuskrip Langka Era Dinasti Seljuk

MUI DKI Haramkan Mengemis di Jalan

MUI DKI Haramkan Mengemis di Jalan

M Syachrie, ‘Syuhada’ Aksi Bela Quran Jamaah Setia Habib Munzir

M Syachrie, ‘Syuhada’ Aksi Bela Quran Jamaah Setia Habib Munzir

Munas NU: Non-Muslim Bukan Kafir, Mereka Warga Negara

Munas NU: Non-Muslim Bukan Kafir, Mereka Warga Negara

PAHAM: Ada Langkah Panjang Jika Ingin Bubarkan Ormas

PAHAM: Ada Langkah Panjang Jika Ingin Bubarkan Ormas

Baca Juga

Berita Lainnya