Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Koruptor Jangan “Cuci Dosa” dengan Naik Haji!

Muh. Abdus Syakur
Adhyaksa Dault (tengah) di Pesantren Wadi Mubarak.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Para koruptor diultimatum agar tidak “mencuci dosa” dengan naik haji. Sebab hasil korupsi yang disedekahkan pun akan tetap dituntut di akhirat.

Pesan ini disampaikan Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Adhyaksa Dault kepada Hidayatullah.com di Pesantren Wadi Mubarak, Desa Kuta, Megamendung, Bogor, Jumat, 11 Shafar 1435 H (13/12/2013) siang.

Menurut Adhyaksa, korupsi berarti merampas hak orang lain. Dengan bersedekah dari hasil korupsi, bukan berarti dosanya terhapus.

“Dia pikir dengan dia korupsi banyak, kemudian dia bagi ke fakir miskin, diampuni dosanya? Endak bisa! Tetap akan dituntut di akhirat kelak. Nah itu yang perlu disampaikan, karena mereka nggak ngerti. Kadang-kadang pejabat yang begitu tidak ngerti,” pesannya mewanti-wanti.

Olehnya, Adhyaksa menekankan pentingnya pemahaman keagamaan bagi para pemimpin negeri ini. Dengan begitu, mereka akan memahami hakikat jabatannya.

“Bahwa itu jabatan hanya sementara. Bukan jabatan mengumpulkan segala-galanya, kemudian dia lupa dengan kehidupan akhirat,” dalihnya.

Meskipun manusia diciptakan di dunia, lanjut Adhyaksa, namun hakikat hidupnya untuk akhirat. Dengan memahami hakikat ini, seseorang akan menghindari korupsi.

Hikmah, Bijaksana, Antikorupsi

Adhyaksa mengatakan, para pendiri Indonesia berharap negeri ini dipimpin orang-orang yang berhikmah, seperti tertuang dalam sila keempat Pancasila; Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.

“Kalau dia punya hikmah maka dia akan bijaksana dalam perbuatannya. Nah, orang yang punya hikmah itu dari mana? Orang dekat dengan Allah! Kata Allah, ‘Yu’til hikmata man yasya’ waman yu’tal hikmata faqod utiya khoiron katsiran‘,” jelasnya, mengutip al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 269.

Dari ayat ini, tambahnya, orang yang diberikan hikmah oleh Allah akan mendapat banyak kebaikan. Orang yang berhikmah, akan bijaksana dalam perbuatannya, termasuk tidak korupsi.*

 

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Massa FPI Kecewa Habib Rizieq Tak Jadi Dibebaskan

Massa FPI Kecewa Habib Rizieq Tak Jadi Dibebaskan

Psikolog: Sosok Ayah di Indonesia Mulai Menyusut

Psikolog: Sosok Ayah di Indonesia Mulai Menyusut

Investasi Industri Miras

Polisi Bunuh Diri Usai Pesta Miras, Fahira: Pengingat buat Presiden dan Mendagri

Perhimpunan Ulama Palestina di Luar Negeri Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Dr Muinudinillah Basri

Perhimpunan Ulama Palestina di Luar Negeri Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Dr Muinudinillah Basri

MUI Mimika Papua Imbau Jaga Persatuan dan Persaudaraan

MUI Mimika Papua Imbau Jaga Persatuan dan Persaudaraan

Baca Juga

Berita Lainnya