Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Indonesia Di Bawah Kontrol Kartel Tambang Internasional

Tambang Freeport di Papua yang sebagian hasilnya dimiliki asing
Bagikan:

Hidayatullah.com–Langkah pemerintah Indonesia untuk melarang ekspor mineral mentah ternyata bukan untuk kepentingan rakyat, tetapi diduga kuat datang dari permintaan kartel tambang asing. Demikian disampaikan peneliti Indonesia Economic Development Studies (IEDS),Musyafaur Rahman.

“Hal ini terlihat dari melonjaknya harga komoditi mineral secara signifikan yang berarti cadangan mineral di pasaran dunia mengalami penurunan dan dikuasai hanya oleh segelintir kelompok petambang level internasional saja,” ujar Musyafaur Rahman dalam rilisnya, Senin (09/12/2013) malam.

Menurut IEDS, pelarangan ekspor sendiri membuat kelompok ini mendapatkan keuntungan berlipat yaitu membunuh pesaing potensial a.k.a petambang mineral Indonesia dan membuat harga komoditi mereka terjual dengan keuntungan berlipat karena pasar dunia hanya diisi oleh komoditi milik mereka.

“Kartel tambang Internasional ini tidak akan terganggu kepentingannya mengingat sumber tambang mereka tidak hanya di Indonesia tapi juga di berbagai belahan dunia. Mematikan suplai dari Indonesia jelas akan memberi mereka peluang untuk lebih lama lagi mengumpulkan kapital.”

Sementara dengan ketiadaan infrastruktur dan keengganan negara untuk mengelola SDA nya sendiri, pembangunan smelter menjadi barang mahal dan menggerus kapital para petambang mineral nasional.

Menurut IEDS, semangat UU Minerba yang ingin agar SDA di tanah air dapat mensejahterakan rakyat dijadikan cover oleh pemerintah untuk mengambil untung dari kartel internasional.Hal ini sangat berbahaya mengingat Pemilu 2014 sudah di depan mata.

Pertemuan intensif yang dilakukan pemerintah dengan berbagai petambang internasional diduga menjadi alasan utama adanya kebijakan yang secara ekonomi saat ini akan berimplikasi pada semakin terpuruknya nilai tukar rupiah akibat ketidakseimbangan neraca perdagangan dan ujung-ujungnya akan memberi peluang bagi kartel internasional masuk dan menentukan hasil pemilu 2014 lewat janji investasi.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Ingin Satukan Ormas Islam, MUI Susun Panduan Ukhuwah

Ingin Satukan Ormas Islam, MUI Susun Panduan Ukhuwah

Sekitar Lima Ribu Jemaat Ahmadiyah Tenjowaringin Masih Eksis

Sekitar Lima Ribu Jemaat Ahmadiyah Tenjowaringin Masih Eksis

Mahfudz Sidik: BIN Perlu Tempatkan Perbinlu Di Turki

Mahfudz Sidik: BIN Perlu Tempatkan Perbinlu Di Turki

Rupiah Anjlok, Mahasiswa di Bandung Demo Pemerintah

Rupiah Anjlok, Mahasiswa di Bandung Demo Pemerintah

Belum Yakin Gubernur Cornelis Tinggalkan Aceh, Masyarakat Terus Pantau

Belum Yakin Gubernur Cornelis Tinggalkan Aceh, Masyarakat Terus Pantau

Baca Juga

Berita Lainnya