Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

GAPAS Cirebon Panen Aduan Kasus Pemurtadan Berkedok Pernikahan

Ibnu Syafaat/hidayatullah.com
Andi Mulya, Ketua GAPAS Cirebon
Bagikan:

Hidayatullah.com–Setelah sukses mengawal dan mengadvokasi kasus pemurtadan berkedok pernikahan yang dialami seorang muslimah bernama Rini Fitriana, Gerakan Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat (GAPAS) Cirebon banyak mendapat laporan dari para muslimah korban pemurtadan berkedok pernikahan lainnya.

“Setelah kasus Rini terekspos ke media banyak pengaduan kasus-kasus serupa yang masuk ke GAPAS. Semuanya adalah perempuan. Para korban itu ada yang sebagai perawat, ada juga guru,” kata Andi saat ditemui hidayatullah.com di Islamic Center Attaqwa Cirebon, Jawa Barat belum lama ini.

Andi memaparkan banyaknya laporan pengaduan ini membuktikan bahwa pemurtadan berkedok pernikahan merupakan fenomena gunung es.

“Ya, saya rasa banyak korban-korban lain yang perlu advokasi. Insya Allah kami siap mengadvokasi jika ada laporan-laporan lainnya,” ucapnya.

Menurut Andi dari laporan-laporan yang masuk ke GAPAS Cirebon, pemurtadan kebanyakan dilakukan setelah berpura-pura masuk Islam. Beberapa lama setelah menikahi korban yang muslimah barulah si lelaki kembali ke ajaran semula.

“Berpura-pura masuk Islam, menikah, murtad, lalu ajak istri dan anaknya murtad. Modusnya seperti itu,” tandasnya.*

Rep: Ibnu Syafaat
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Syeikh Dr. Abdurrozzaq: Ukuran Keimanan bisa dilihat Shalat Subuh dan Ashar nya

Syeikh Dr. Abdurrozzaq: Ukuran Keimanan bisa dilihat Shalat Subuh dan Ashar nya

1000 Dai Hadang Sekulerisme

1000 Dai Hadang Sekulerisme

DPR Amati Jaminan Kesehatan Nasional Semakin Memprihatinkan 

DPR Amati Jaminan Kesehatan Nasional Semakin Memprihatinkan 

KAMMI Luncurkan “Wakaf Nasional Jilbab” untuk Polwan

KAMMI Luncurkan “Wakaf Nasional Jilbab” untuk Polwan

Pengamat Minta PKB  Dikeluarkan dari Koalisi Jokowi

Pengamat Minta PKB Dikeluarkan dari Koalisi Jokowi

Baca Juga

Berita Lainnya