Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Menag Minta Bank Penerima Setoran Haji Peduli Umat

Kemenag
Menteri Agama Suryadharma Ali dalam pertemuan dengan direksi BPS BPIH.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, harus ada keterkaitan antara dana haji yang nantinya dikelola oleh bank syariah atau bank yang mempunyai layanan syariah dengan kepentingan umat.

“Kalau bank syariah tidak mempunyai rasa keumatan, itu sama saja dengan 100% kapitalis. Jadi sistemnya saja yang diambil, tapi semangat dari itu ditinggalkan. Jadi apa bedanya syariah dengan konvensional?” kata Menag kepada para direksi Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH), di Jakarta, Kamis (28/11/2013).

Menag menegaskan, bank syariah atau bank yang mempunyai layanan syariah, namun tidak mempunyai kepedulian terhadap masalah-masalah keumatan, tidak ada bedanya dengan bank-bank kapitalis lainnya.

Penegasan ini berulangkali disampaikan Menag mengingat mulai 1 Januari 2014, BPS-BPIH adalah 17 bank yang semuanya melakukan layanan syariah.

Persolan Keumatan

Lantas apa yang dimaksud dengan persoalan keumatan? Menag menjelaskan, selain mengelola haji, Kementerian Agama juga mengelola pendidikan Islam.

Menurutnya, lembaga pendidikan Islam itu berdiri ratusan tahun sebelum Indonesia merdeka dan tidak tergantung kepada pembiayaan keuangan Pemerintah.

“Pendidikan Islam didirikan berdasarkan inisiatif para ulama, berdasarkan semangat keikhlasan yang sangat tinggi. Walaupun sang kyai tidak punya uang, santrinya tidak bayar. Ini realitas,” terang Menag, dalam laman Kemenag.

“Saya minta perhatian bank-bank syariah selaku penerima  dana setoran haji dalam hal-hal yang seperti itu,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Menag, Kementerian Agama juga mengelola madrasah. “Madrasah kita ribuan dan  90% di antaranya adalah swasta sehingga  kualitasnya juga sangat beragam,” ujar Menag.

“Saya minta perhatian dari bank syariah penerima setoran dana haji untuk ikut membantu memajukan madrasah,” imbuhnya.

Menag menambahkan, Kementerian Agama juga  mempunyai mahasiswa fakultas ekonomi syariah dan  siswa Madrasah Aliyah yang memerlukan tempat-tempat untuk praktik kerja. Karenanya, Menag meminta agar BPS-BPIH juga memberikan perhatian dan kesempatan pada hal-hal yang seperti itu.

“Hal ini sengaja saya sampaikan sekarang karena saya ingin membawa Bapak dan Ibu sekalian pada suasana seperti ini dalam rangka mengkaitkan keuangan haji dengan problematika keumatan,” tutur Menag disambut tepuk tangan para Direksi BPS-BPIH.*

 

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

MUI Jatim Siap Bantu Pemerintah atasi Kasus Cuci Otak

MUI Jatim Siap Bantu Pemerintah atasi Kasus Cuci Otak

Lemahnya Kontrol, Sebabkan Moral Hazard Karyawan Pajak

Lemahnya Kontrol, Sebabkan Moral Hazard Karyawan Pajak

Bom Meledak di Masjid Polresta Cirebon

Bom Meledak di Masjid Polresta Cirebon

Lagi, Terdakwa Bom Ambon Dituntut Hukuman Mati

Lagi, Terdakwa Bom Ambon Dituntut Hukuman Mati

World Zakat Forum Adakan Konferensi Zakat Internasional di New York

World Zakat Forum Adakan Konferensi Zakat Internasional di New York

Baca Juga

Berita Lainnya