Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Abdullah Hehamahua: M Natsir Sosok yang Konsisten

M Natsir saat dilantik menjadi Perdana Menteri
Bagikan:

Hidayatullah.com—Perdanama Menteri Republik Indonesia ke-5, Mohammad Natsir rupanya memiliki tempat tersendiri di mata Mantan penasehat penasihat KPK, Abdullah Hehamahua.

Kenangan itu ia sampaikan dalam seminar “Refleksi Spirit Perjuangan Partai Masjumi di Indonesia” yang diselenggarakan di Aula Masjid Al-Furqan Dewan Da’wah, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (27/11/2013) kemarin.

Menurutnya, sosok Natsir  adalah orang yang konsisten dan peduli atas apa yang dikerjakan oleh rekan sekerjanya.

Jika Ia menginstruksikan sesuatu, maka Ia akan selalu menanyakan perkembangan tugas tersebut.

Pernah pada 1981, Abdullah ditugaskan untuk melaksanakan penelitian tentang Kristenisasi di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Selama dua minggu Abdullah berada di sana. Sepulangnya dari sana Ia tidak menyangka langsung mendapat “tagihan” laporan dari Natsir.

“Saya pikir, ah Pak Natsir kan sudah 70 tahun, Beliau pasti lupa. Ya Allah, dua hari kemudian, ternyata beliau masih ingat,” ungkap mantan Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) 1979-1981 ini. 

Beberapa kali terus diingatkan oleh Natsir membuat Abdullah akhirnya begadang semalaman untuk mengetik laporannya.

Abdullah juga pernah ingin mengungguli Natsir dalam hal kedatangan di pagi hari. Di suatu pagi ia merasa telah berhasil “mengalahkan” Natsir. Sebelum jam 6.30 WIB Abdullah sudah menginjakkan kaki di kantor yang terletak dibilangan Cikini, Jakarta Pusat. Pada waktu itu Natsir memiliki dua kantor lagi selain di Dewan Da’wah. Salah satunya di Cikini.

Tapi ia kaget bukan alang kepalang saat mendengar suara mesin ketik diruangan Natsir.

“Saya tanya sama office boy, siapa yang berada didalam ruangannya Pak Natsir? Office Boy menjawab, itu Abah-panggilan Pak Natsir-,” Ternyata Pak Natsir punya kunci sendiri yang disimpan di sakunya. Sehingga Ia tidak perlu menunggu OB tersebut membukakan pintunya.

Menurut Abdullah, tokoh-tokoh Masyumi dikenal sederhana dalam kehidupan namun kuat dalam memikirkan umat. Menurutnya, mereka senantiasa membahas masalah keumatan sembari makan nasi bungkus bersama setiap Jumat.*

Rep: Rias Andriati
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

IPHI: Dana Abadi Umat untuk Dakwah Daerah Terpencil

IPHI: Dana Abadi Umat untuk Dakwah Daerah Terpencil

Sekretaris MUI Jatim: Dekan Fakultas Ushuluddin UINSA Lecehkan Mahasiswanya

Sekretaris MUI Jatim: Dekan Fakultas Ushuluddin UINSA Lecehkan Mahasiswanya

Presidium Alumni 212 Minta Presiden Hentikan Kegaduhan, Setop ‘Kriminalisasi’ Ulama

Presidium Alumni 212 Minta Presiden Hentikan Kegaduhan, Setop ‘Kriminalisasi’ Ulama

Komisi III DPR dukung Polwan Berjilbab

Komisi III DPR dukung Polwan Berjilbab

Shalat Jumat Pertama, Fadlan Ingatkan Negara Akui Kebebasan Beribadah

Shalat Jumat Pertama, Fadlan Ingatkan Negara Akui Kebebasan Beribadah

Baca Juga

Berita Lainnya