Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Pengemis Kaya asal Subang, Pura-pura Sakit, Bawa Uang Rp 25 Juta untuk Setoran Haji

beritajakarta.com
Pengemis kaya yang tertangkap razia dengan uang puluhan juta
Bagikan:

Hidayatullah.com–Tak seperti penampilannya yang mengenaskan dan mengundang rasa iba, ternyata para pengemis di Jakarta memiliki banyak uang. Buktinya, Walang bin Kilon (54) dan Sa`aran (60), dua pengemis asal Subang, Jawa Barat ini membawa uang puluhan juta rupiah saat terjaring razia oleh petugas Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Selasa (26/11/2013) malam.

Walang dan Sa`aran diciduk petugas dari tempat mereka biasa mangkal di bawah Flyover Pancoran. Yang mengagetkan dari tangan kedua pengemis itu, petugas menemukan uang tunai sebesar Rp 25 juta yang dsimpan di dalam kantong-kantong plastik hitam yang sangat kotor.

“Plastik pertama kita buka dan hitung ada Rp 7 juta. Lalu plastik lainnya juga ada uang, dengan total keseluruhan Rp 25.448.600,” ujar Miftahul Huda, Kepala Seksi Rehabilitasi Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Rabu (27/11/2013) dikutip laman Beritajakarta.com.

Penangkapan kedua pengemis ini, kata Miftahul Huda, berdasarkan  informasi dari masyarakat. “Ini berdasarkan laporan warga, kita sudah intai 2 hari karena mereka hanya beroperasi pada malam hari. Keduanya, kita tangkap di bawah flyover Pancoran,” katanya.

Dalam menjalankan aksinya, masing-masing pria ini mempunyai peran yang berbeda. Walang yang menjadi otak dari kegiatan mengemis tersebut bertindak sebagai pendorong gerobak. Sementara Sa`aran yang lebih tua, berpura-pura sebagai orang sakit yang berada digerobak dan butuh pengobatan.

Walang sendiri mengaku terpaksa mengemis karena di desanya tidak memiliki pekerjaan tetap. Namun alasan utamanya adalah ingin cepat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. “Saya sudah daftar haji sama Pak Haji Nanang di kampung. 15 hari lalu baru ke Jakarta lagi, jadi uang itu ya untuk tambahan setor haji,” ungkapnya.

Menurut Walang, dirinya dan Sa`aran tidak mempunyai tempat tinggal di Jakarta. Mereka hanya menggelandang, pindah dari satu tempat ke tempat lain.

“Tidak ada kontrakan, ya tidur di jalan atau pinggir toko. Kalau uang sudah banyak kita pulang kampung dulu,” ucapnya.

Kini, keduanya terpaksa mendekam di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya (PSBIBD) 2 Jl Raya Bina Marga No 48, Cipayung, Jakarta Timur, untuk menjalani pembinaan.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

MUI Jatim Tolak Keras Konferensi Lesbian dan Gay

MUI Jatim Tolak Keras Konferensi Lesbian dan Gay

MUI Lembaga Fatwa yang Dibutuhkan Umat dan Diakui Negara

MUI Lembaga Fatwa yang Dibutuhkan Umat dan Diakui Negara

Sejumlah Tokoh Menjenguk Ustadz Arifin Ilham di RSCM

Sejumlah Tokoh Menjenguk Ustadz Arifin Ilham di RSCM

NU Tolak Penghapusan Obat-obatan sebagai Obyek Sertifikasi Halal

NU Tolak Penghapusan Obat-obatan sebagai Obyek Sertifikasi Halal

Pemerintah Diminta Kembali Bangun Masjid Al Ikhlas

Pemerintah Diminta Kembali Bangun Masjid Al Ikhlas

Baca Juga

Berita Lainnya