Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Dari Sekolah, Gerakan Halal-Thoyyib Mulai Dibangun

Panitia IDHEX 2013
Bagikan:

Hidayatullah.com–“Makanan kita harus Empat Sehat Lima Sempurna, Enam Halal, Tujuh Thoyib,” kata seorang guru yang berada di panggung Indonesia International Halal Expo (INDHEX) 2013.

Sebut saja Ahmad, Ia merupakan satu dari delapan guru yang diminta oleh panitia naik keatas panggung untuk mempromosikan produk halal di depan ratusan murid SMP dan Tsanawiyah yang  berlangsung pada saat acara “Halal Road to School (HRTS)”, Kamis, 31 Oktober 2013 di PRJ Kemayoran, Jakarta.

Sementara Sintia Zhahra, murid MTS N 9, Jakarta Pusat, mengakui selama ini ia hanya tahu jika makanan haram hanya sebatas diketahui sebagai makanan yang terdapat daging Babi di dalamnya.

Padahal, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika MUI (LPPOM MUI) sudah seriang mengungkap produk makanan yang mengandung bahan hasil turunan Babi. Tidak hanya makanan, produk non-konsumsi juga mengambil bahannya dari sana.

“Aku baru tahu di acara ini kalau ternyata turunan Babi banyak dan sudah dijadikan bahan pembuat jaket dan keset,” ungkapnya.

Menurut siswi berusia 13 tahun tersebut, sekolahnya termasuk sekolah yang aktif dalam memberikan penyuluhan tentang makanan halal dan haram. Saat pengajaran berlangsung, guru agama memberitahu kriteria binatang yang haram dikonsumsi.

Dengan acara ini,  Sintia dan teman-tenmannya mengaku telah mendapat pengetahuan tambahan tentang hal tersebut.

HRTS merupakan program yang diadakan oleh Kementrian Agama sejak tahun 2012.

Program ini sudah diadakan sejak tahun 2007 dengan nama Pelajar Cinta Halal (PCH).

Mengusung visi yang sama dengan PCH, diharapkan HRTS semakin intensif menggulirkan gerakan diberbagai sekolah di seluruh Indonesia. Kemenag juga menggandeng LPPOM MUI untuk mengungkap fakta yang ditemukan di lapangan.

Menurut Siti Aminah, Kasubdit Produk Halal, pada Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Kementrian Agama, sampai saat ini, gerakan HRTS sudah dilaksanakan di berbagai sekolah yang terdapat di tiga kota.

“Karena keterbatasan dana, maka kami baru bisa melakukan seminar di sekolah-sekolah di DKI Jakarta dan sekitarnya, Medan serta Palu, Sulawesi Tengah,” ungkap Aminah.*

 

Rep: Rias Andriati
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Ketua Muhammadiyah: Pemerintah Benar-benar Terjepit Hadapi Covid-19

Ketua Muhammadiyah: Pemerintah Benar-benar Terjepit Hadapi Covid-19

Prof Higgs Bicara Soal Partikel Tuhan

Prof Higgs Bicara Soal Partikel Tuhan

Ratusan Eks Pengikut Gafatar Asal Jawa Timur Dipulangkan

Ratusan Eks Pengikut Gafatar Asal Jawa Timur Dipulangkan

Maksiat Marak, FUI Tanjungbalai Minta Masyarakat Tegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Maksiat Marak, FUI Tanjungbalai Minta Masyarakat Tegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar

PP Muhammadiyah Bersilaturrahim dengan Pengurus Persis

PP Muhammadiyah Bersilaturrahim dengan Pengurus Persis

Baca Juga

Berita Lainnya