Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

MM: Saat Ini Propagandis Syiah Berani Tampil Terbuka

Ketua Lajnah Tanfidziyah -Majelis Mujahidin, Irfan S. Awwas.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Majelis Mujahidin (MM) melalui Ketua Lajnah Tanfidziyah Irfan S. Awwas menyebut, saat pemerintah Indonesia sibuk memberantas “teroris”, kesempatan ini dimanfaatkan para propagandis Syiah yang berpura-pura anti-terorisme.

“Propagandis Syiah menyelusup dan menguasai basis strategis di pemerintahan; menjadi anggota legislatif, pejabat negara, persis seperti dilakukan kader-kader komunis,” ungkap Irfan di Yogyakarta, Rabu (23/10/2013) dalam rilis resmi MM yang diterima Hidayatullah.com di Jakarta.

Irfan mengatakan, ekspansi ideologi transnasional Syiah yang dilakukan sejak tahun 80-an mulai menuai hasil di Indonesia. Para propagandis Syiah berani tampil terbuka, tidak lagi sembunyi di balik taktik taqiyah.

Saat ini, menurut MM, Syiah mengganti pendekatan kekerasan dengan diplomasi. Termasuk dengan mengundang tokoh masyarakat dan para pejabat negara untuk berkunjung ke Iran. Juga dengan mendirikan Iran Corner di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta.

“Mereka (Syiah. Red) menyusup ke basis-basis strategis umat melalui berbagai macam lembaga, ormas keagamaan, MUI, serta memanfaatkan secara optimal potensi negara basis Iran dengan misi diplomasi,” ungkap Irfan dalam surat yang juga ditandatangani sekretaris lajnah M. Shabbarin Syakur.

Ekspansi tersebut dalam rangka memenuhi pesan imam besar Syiah, Khomeini, yaitu mengekspor Revolusi Syiah ke negara-negara Islam di dunia.

Perayaan Idul Ghodir di Indonesia pada Sabtu (26/10/2013) besok dinilai MM sebagai misi ekspansi ideologi. Acara bertema “Imam Ali as. Putra Ka’bah Pemersatu Umat” ini akan diselenggarakan di gedung SMESCO (SME) Convention Hall, Jalan Gatot Subroto Kav. 94, Jakarta Selatan.

Diberitakan sebelumnya, MM menyampaikan lima sikap terkait Idul Ghodir. Di antaranya, meminta pemerintah, dalam hal ini Kepolisian RI, mencabut izin acara tersebut.

MM menyebut, sudah berkali-kali acara seminar Syiah ditolak di berbagai daerah, seperti di Makassar, Sulawesi Selatan, dan Solo. Bahkan belum lama ini terjadi konflik komunal di Sampang, Madura dan Jember, Jawa Timur.*

 

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Anggota DPR Ingatkan Pemerintah Soal RUU CILAKA: Pekerja Masih Menolak

Anggota DPR Ingatkan Pemerintah Soal RUU CILAKA: Pekerja Masih Menolak

Ingin Selamatkan NU, Idrus Ramli Akui Didorong Para Kiai Calonkan Ketua Umum PBNU

Ingin Selamatkan NU, Idrus Ramli Akui Didorong Para Kiai Calonkan Ketua Umum PBNU

Kepada DPR-RI, Mesir Janji Bantu Gaza

Kepada DPR-RI, Mesir Janji Bantu Gaza

Aa Gym Mengaku Kenal Baik Prabowo dan Dinilai Akrab dengan Ulama

Aa Gym Mengaku Kenal Baik Prabowo dan Dinilai Akrab dengan Ulama

Polri Janji Usut Anggota Densus 88 Yang Melanggar HAM

Polri Janji Usut Anggota Densus 88 Yang Melanggar HAM

Baca Juga

Berita Lainnya