Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

PP Muhammadiyah harapkan duet kepemimpinan Islam-Nasionalis

ant
Dr Din Syamsuddin
Bagikan:

Hidayatullah.com–Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin mengharapkan duet kepemimpinan Islam-Nasionalis atau Nasionalis-Islam dari hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang. 

“Umat Islam mempunyai peran kesejarahan besar dalam penegakan negara ini,” kata Din tentang peran umat Islam untuk menyukseskan Pemilu 2014 selepas pengajian bulanan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jakarta, Jumat malam dikutip Antara.

Namun, Din mengatakan harapan duet kepemimpinan Islam-Nasionalis itu sangat tergantung pada partai-partai politik karena kewenangan mewujudkan duet kepemimpin Islam-Nasionalis ada pada partai politik.

Muhammadiyah, lanjut Din, merujuk pada pokok pikiran Tanwir Muhammadiyah 2012, melihat kepemimpinan bangsa selama ini sering absen ketika diperlukan, lamban, bimbang, dan galau dalam mengambil keputusan, dan korup.

“Itu disebabkan perilaku politik transaksional, penggunaan uang dalam mengejar jabatan, dan kegagalan partai politik dalam melakukan pengkaderan dan rekrutmen pemimpin bangsa,” kata Din.

Tujuh kriteria kepemimpinan yang diperlukan bangsa Indonesia menurut Muhammadiyah yaitu visioner, nasionalis-humanis, kemampuan membangun solidaritas, dan berani mengambil risiko.

Kemudian, kemampuan mengambil keputusan yang cepat tepat dan tegas, kemampuan menyelesaikan masalah dan menggerakkan sumber daya, dan integritas moral yang tidak menyalahgunakan kekuasaan.*
 

Rep: Akbar Muzakki
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Putra Abu Bakar Baasyir: Kami Tidak Pernah Diajarkan Kekerasan

Putra Abu Bakar Baasyir: Kami Tidak Pernah Diajarkan Kekerasan

Polda Sulselbar Klaim Telah Tertibkan Miras Ilegal

Polda Sulselbar Klaim Telah Tertibkan Miras Ilegal

Indonesia Kutuk Zionis Cekal Menlu Marty

Indonesia Kutuk Zionis Cekal Menlu Marty

Nafa Pilih Murtad

Nafa Pilih Murtad

Komisi Hukum MUI: RUU Ciptaker Bisa Picu Disharmoni Ulama dan Ormas Islam

Komisi Hukum MUI: RUU Ciptaker Bisa Picu Disharmoni Ulama dan Ormas Islam

Baca Juga

Berita Lainnya