Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Nasional

Proses Hukum Terhadap LDII di Bogor Tetap Berjalan

LDII, UIK Bogor, sesat,
Bagikan:

Hidayatullah.com–Kepolisian Resor Kota Bogor telah memeriksa seorang anggota Lembaga Dakwah Islam Jamaah (LDII) yang terlibat penyerangan terhadap pengajian mahasiswa di masjid kampus Universitas Ibnu Khaldun Bogor, pertengahan Juli 2013 lalu.

“Namanya Naryo warga LDII Ciseeng, Kabupaten Bogor,” kata Achmad Iman, Ketua Forum Komunikasi Umat Islam (Forkami) Bogor yang diamanahi mengawal kasus tersebut oleh pihak rektorat UIKA Bogor, kepada hidayatullah.com, Selasa, (01/10/2013).

Kata Iman, Naryo diperiksa di Polresta Bogor Senin (01/10/2013) sebagai saksi dan mengakui dia memang ikut serta dalam serangan yang dilakukan massa LDII terhadap kajian bedah akidah LDII di Masjid al-Hijri II kampus UIKA itu.

Kata Iman, Naryo juga mengakui orang yang terekam video sedang melakukan aksi serangan di dalam masjid memang dirinya. Iman menjelaskan, panggilan pertama ini untuk memastikan bahwa polisi tidak salah panggil dan polisi belum masuk ke materi pemeriksaan yang lebih dalam.

“Selanjutnya sudah dilayangkan panggilan untuk pemeriksaan sebagai tersangka,” kata Iman yang juga aktif melawan aksi pendirian gereja ilegal di daerah Yasmin, Bogor ini.

Pada 15 Juli 2013, ratusan massa LDII menggeruduk pengajian bedah akidah LDII yang digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Orsat UIKA Bogor. Massa menggangap kajian itu sebagai provokasi meski yang menyampaikan materi adalah mantan ketua pemuda LDII yang 31 tahun ikut ajaran LDII.

Usai serangan,  Polresta Bogor sudah memeriksa tiga pengurus LDII Bogor. Namun ketiga orang yang terlihat melakukan serangan dalam video rekaman serangan yang diamankan oleh pihak UIKA itu.

Kata Iman, Naryo adalah kunci untuk membuktikan keterlibatan para petinggi LDII Bogor dalam serangan itu.

Sebelumnya, bulan Juni 2013, perwakilan ulama dan umat Islam Bogor berkunjung ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat untuk melaporkan dan menjelaskan penyerangan yang dilakukan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) terhadap sebuah kajian mahasiswa di Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor.  

“Tindakan anarkis penyerangan massa LDII kepada civitas akademika UIKA Bogor di dalam Masjid al-Hijri II kampus UIKA adalah salah satu bukti otentik kesesatan akidah dan paradigma mereka,” kata Rektor UIKA Bogor, Dr. Ending Bahruddin dalam pertemuan di Kantor MUI Pusat, Senin (25/06/2013).*

Rep: Surya Fachrizal Ginting
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Kritisi Peradilan Indonesia, Dahnil: Politik Uang Harus Dihentikan

Kritisi Peradilan Indonesia, Dahnil: Politik Uang Harus Dihentikan

Sahabat Al-Aqsha Bagikan Selimut ke Pengungsi di Pegunungan Donggala

Sahabat Al-Aqsha Bagikan Selimut ke Pengungsi di Pegunungan Donggala

MUI Setuju Produsen ‘Terompet al-Qur’an’ Dipidanakan

MUI Setuju Produsen ‘Terompet al-Qur’an’ Dipidanakan

Sejumlah Rumah Sakit Dilaporkan Penuh Tangani Covid-19, Puan: Peran Puskemas Bisa Ditingkatkan

Sejumlah Rumah Sakit Dilaporkan Penuh Tangani Covid-19, Puan: Peran Puskemas Bisa Ditingkatkan

64 Persen Pemuda Sumsel Pecandu Narkoba

64 Persen Pemuda Sumsel Pecandu Narkoba

Baca Juga

Berita Lainnya