Banyak Penembakan, Polisi Diminta Introspeksi

Jika polisi dekat dengan umat Islam, masyarakat makin simpati dengan polisi

Banyak Penembakan, Polisi Diminta Introspeksi
Hidayatullah.com/Moh. Abdus Syakur
Habib Rizieq Shihab

Terkait

Hidayatullah.com- Maraknya penembakan terhadap anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mendapat tanggapan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Penembakan itu menurut Rizieq dikarenakan polisi punya banyak musuh. Korps baju coklat ini pun diminta tidak menambah musuh.

“Hati-hati (polisi), kau sudah banyak musuh. Empat orang sudah (tewas) ditembak,” ujarnya berpesan saat berorasi dalam Aksi Bubarkan Miss World di Bundaran HI, Jakarta, Sabtu (14/09/2013) sore.

Lebih khusus, Habib Rizieq menyerukan pihak kepolisian tidak memusuhi masyarakat termasuk umat Islam. Jika memusuhi umat Islam, masyarakat tak akan simpatik kepada anggota polisi.

Tanggapan Rizieq ini disampaikan ketika dalam orasinya, tahu-tahu massa tampak agak gaduh. Rupanya massa merasa terganggu dengan keberadaan sejumlah personel polisi di atap Grand Hotel Hyatt, dekat lokasi aksi.

Sebagian peserta aksi menunjuk-nunjuk para polisi di atas atap hotel, sebagian meminta mereka turun.

“Ya udah (polisi) nggak usah pake jadi Ipin-Upin,” sindir Rizieq dari mobil komando tanpa menjelaskan maksudnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam aksi tolak Miss World di depan MNC Tower, Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (6/9/2013) lalu, massa dikejutkan oleh kehadiran para sniper. Sniper kepolisian ini mengambil posisi di jalan layang rel kereta api guna mengamankan aksi.

Sebelumnya,  dosen PTIK, Bambang Widodo Umar mengatakan kepada BBC, bangsa Indonesia prihatin dan berduka atas berbagai penembakan terhadap anggota polisi, bahkan diantaranya ditembak hingga tewas.

“Dengan kasus-kasus yang begitu massif penembakan-penembakan anggota polisi, Polri perlu mawas diri, introspeksi ke dalam. Dalam arti, terimalah masukan-masukan dari masyarakat secara jujur, tidak berkelit-kelit, tetapi analisislah dengan sungguh-sungguh bahwa di dalam  dirinya pasti masih ada kekurangan,” kata Bambang Widodo Umar.

Sementara itu,  Anggota Komisi Kepolisian Nasional, Adrianus Meliala, terus meningkatnya jumlah polisi di Indonesia yang otomatis meningkatkan kinerja kepolisian, membuat beberapa pihak terkejut dan melakukan perlawanan. Meski belum diketahui pelaku dan motif penembakan-penembakan terhadap anggota polisi, ditambahkannya kemungkinan polisi saat ini menjadi incaran kelompok yang merasa terkejut.

Seperti diketahui, belakangan ini banyak anggota Polri yang jadi korban penembakan misterius. Kasus terakhir dialami Briptu Ruslan yang ditembak di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Jumat (13/9/2013).

Sebelumnya, Bripka Sukardi tewas ditembak orang tak dikenal di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Selasa (10/9/2013).*

Rep: Muhammad Abdus Syakur

Editor: Cholis Akbar

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !