Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Banyak Penembakan, Polisi Diminta Introspeksi

Hidayatullah.com/Moh. Abdus Syakur
Habib Rizieq Shihab
Bagikan:

Hidayatullah.com- Maraknya penembakan terhadap anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mendapat tanggapan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Penembakan itu menurut Rizieq dikarenakan polisi punya banyak musuh. Korps baju coklat ini pun diminta tidak menambah musuh.

“Hati-hati (polisi), kau sudah banyak musuh. Empat orang sudah (tewas) ditembak,” ujarnya berpesan saat berorasi dalam Aksi Bubarkan Miss World di Bundaran HI, Jakarta, Sabtu (14/09/2013) sore.

Lebih khusus, Habib Rizieq menyerukan pihak kepolisian tidak memusuhi masyarakat termasuk umat Islam. Jika memusuhi umat Islam, masyarakat tak akan simpatik kepada anggota polisi.

Tanggapan Rizieq ini disampaikan ketika dalam orasinya, tahu-tahu massa tampak agak gaduh. Rupanya massa merasa terganggu dengan keberadaan sejumlah personel polisi di atap Grand Hotel Hyatt, dekat lokasi aksi.

Sebagian peserta aksi menunjuk-nunjuk para polisi di atas atap hotel, sebagian meminta mereka turun.

“Ya udah (polisi) nggak usah pake jadi Ipin-Upin,” sindir Rizieq dari mobil komando tanpa menjelaskan maksudnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam aksi tolak Miss World di depan MNC Tower, Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (6/9/2013) lalu, massa dikejutkan oleh kehadiran para sniper. Sniper kepolisian ini mengambil posisi di jalan layang rel kereta api guna mengamankan aksi.

Sebelumnya,  dosen PTIK, Bambang Widodo Umar mengatakan kepada BBC, bangsa Indonesia prihatin dan berduka atas berbagai penembakan terhadap anggota polisi, bahkan diantaranya ditembak hingga tewas.

“Dengan kasus-kasus yang begitu massif penembakan-penembakan anggota polisi, Polri perlu mawas diri, introspeksi ke dalam. Dalam arti, terimalah masukan-masukan dari masyarakat secara jujur, tidak berkelit-kelit, tetapi analisislah dengan sungguh-sungguh bahwa di dalam  dirinya pasti masih ada kekurangan,” kata Bambang Widodo Umar.

Sementara itu,  Anggota Komisi Kepolisian Nasional, Adrianus Meliala, terus meningkatnya jumlah polisi di Indonesia yang otomatis meningkatkan kinerja kepolisian, membuat beberapa pihak terkejut dan melakukan perlawanan. Meski belum diketahui pelaku dan motif penembakan-penembakan terhadap anggota polisi, ditambahkannya kemungkinan polisi saat ini menjadi incaran kelompok yang merasa terkejut.

Seperti diketahui, belakangan ini banyak anggota Polri yang jadi korban penembakan misterius. Kasus terakhir dialami Briptu Ruslan yang ditembak di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Jumat (13/9/2013).

Sebelumnya, Bripka Sukardi tewas ditembak orang tak dikenal di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Selasa (10/9/2013).*

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Indonesia – UEA Jalin Kerja Sama Urusan Agama Islam

Indonesia – UEA Jalin Kerja Sama Urusan Agama Islam

MUI Dukung Pernyataan Hasyim Muzadi

MUI Dukung Pernyataan Hasyim Muzadi

Science of Universe Minta Maaf atas Informasi Meninggalnya Imanda

Science of Universe Minta Maaf atas Informasi Meninggalnya Imanda

KBIH Diingatkan Tanggalkan Atribut Kelompok

KBIH Diingatkan Tanggalkan Atribut Kelompok

‘Pengkritik Penanganan Teror Jangan Dituduh Pro Teroris’

‘Pengkritik Penanganan Teror Jangan Dituduh Pro Teroris’

Baca Juga

Berita Lainnya