Ahad, 28 Maret 2021 / 15 Sya'ban 1442 H

Nasional

Jika Miss World tetap di Sentul, FUI Siapkan Jurus “Ta’awudz”

Hidayatullah.com/Moh. Abdus Syakur
FUI dalam Aksi tolak Miss World
Bagikan:

Hidayatullah.com–Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al-Khaththath mengantisipasi kemungkinan puncak Miss World tetap digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (28/9/2013). Khaththath pun menyiapkan jurus “ta’awudz” jika kontes kecantikan tersebut tetap diselenggarakan di Bogor.‬‬

‪‪Jurus “ta’wudz” ini, kata Khaththath, terinspirasi oleh inisiatif Pimpinan Majelis Az-Zikra, Sentul, Ustadz Muhammad Arifin Ilham. Ustad Arifin Ilham, lanjutnya, siap mengerahkan jamaahnya pada tanggal 28 mendatang.

“Saya dengar Ustadz Arifin Ilham akan melaksanakan satu tata cara-tata gerak, yaitu seluruh jamaah akan bergandengan tangan menjadi rantai manusia, untuk mengelilingi SICC, agar delegasi Miss World tak bisa masuk,” terang Khaththath pada aksi pembubaran Miss World di Bundaran HI, Jakarta, Sabtu (14/9/2013) sore.

‪‪Pada hari itu, tambahnya, FUI dan jamaah Az-Zikra akan melakukan dzikir dan shalat berjamaah di Masjid Az-Zikra.

“Kita shalat Zuhur bersama di sana, terutama kalau sudah jelas-jelasan bahwa panitia ngotot akan melaksanakan (Miss World) di Sentul, kita siap dengan seluruh umat Islam yang ada di Bogor, khususnya yang ada di Babakan Madang, kita akan serbu (SICC) bareng-bareng,” serunya disambut kesanggupan ribuan massa FUI.

Jika massa nantinya dihadang oleh polisi atau preman, jurus “ta’awudz” telah disiapkan, ujar Khaththath.

“Ustadz Arifin Ilham sepakat, mengucapkan satu kalimat ‘Naudzubillahi minassyaithonirrojim’. Jadi tolong polisi-polisi yang Islam, cuti dulu hari itu, jangan ada yang datang. Karena siapa pun yang datang akan terkena mantera ‘Audzubillahi minassyaithonirrojim’,” jelasnya berapi-api.

Polisi Diminta Cuti

Khaththath menjelaskan, “Syaitonirrojim” bermakna “syetan yang terkutuk”. “Rojim” dalam bahasa Arab berasal dari kata “Rojam”, yang digunakan dalam istilah “hukum rajam”. Pezina yang dihukum rajam artinya dilempari batu.

“Nah, ‘Rojim’ itu -ia dari isim maf’ul- artinya yang dilempari batu,” jelasnya, bermaksud menyindir siapa saja yang menghadang aksi mereka akan dilempari batu.

Sehingga nantinya kompleks Az-Zikra akan dijadikan sebagai “muzdhalifah”, tempat pengumpulan batu, kata Khaththath, meminjam nama sebuah tempat pelaksanaan haji di Makkah, Arab Saudi.

“Mudah-mudahan nanti banyak truk dari PU (Dinas Pekerjaan Umum. Red) yang menyediakan koral-koral di sana, saudara. Insya Allah kalau tidak ada truk PU, biar truk FPI nanti, saudara, yang menyediakan koral-koral,” tandasnya.

Meski pemerintah Indonesia telah menetapkan penyelenggaraan Miss World sepenuhnya di Bali, Khaththath menduga panitia terus melobi pemerintah agar puncak acara tetap di SICC.*

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Dai-Khatib Diseru Gunakan Mimbar Sampaikan Kondisi Palestina

Dai-Khatib Diseru Gunakan Mimbar Sampaikan Kondisi Palestina

PBNU: Pemindahan Jenazah karena Perbedaan Politik Mengoyak Kemanusiaan

PBNU: Pemindahan Jenazah karena Perbedaan Politik Mengoyak Kemanusiaan

Presiden Minta Setop Belanja Alutsista Berorientasi Proyek

Presiden Minta Setop Belanja Alutsista Berorientasi Proyek

Aparat Banten Sita Ratusan Botol Miras dari Tempat Hiburan Malam

Aparat Banten Sita Ratusan Botol Miras dari Tempat Hiburan Malam

Pakar Keamanan Siber: Sistem Teknologi Informasi KPU Perlu Diaudit

Pakar Keamanan Siber: Sistem Teknologi Informasi KPU Perlu Diaudit

Baca Juga

Berita Lainnya