Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Nasional

LPOI Sebut Miss World Acara Foya-foya

Ketua Umum LPOI KH Said Aqil Siroj.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Sebelas organisasi kemasyarakatan Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) menolak kontes Miss World di Nusa Dua, Bali, dengan alasan tidak sesuai dengan moral dan budaya bangsa.

Penolakan tersebut disampaikan Ketua Umum LPOI KH Said Aqil Siroj usai menggelar pertemuan dengan pimpinan ormas Islam anggota LPOI di Kantor PBNU, Jakarta, Rabu (4/9/2013).

Said Aqil mengatakan, LPOI menilai setiap event, khususnya yang berskala internasional, harus dilihat sisi manfaat dan mudharatnya.

“Acara Miss World dinilai memiliki sisi mudharat yang lebih besar dibanding manfaat,” kata Said Aqil, dalam berita Antara.

Ketua Umum PBNU itu juga menilai kontes kecantikan Miss World tidak lebih dari acara foya-foya yang menghambur-hamburkan uang tanpa memberikan kontribusi positif bagi rakyat dan bangsa Indonesia.

“Belum terjamin manfaatnya, yang jelas itu acara foya-foya. Beda dengan acara Pak Jokowi yang mengangkat budaya Betawi,” katanya.

Sekretaris Umum LPOI Lutfi A Tamimi menambahkan, alasan gelaran Miss World di Bali akan menambah ketenaran Indonesia di mata internasional juga mengada-ada.

“Dunia sudah kenal Indonesia tanpa Miss World. Negara tetangga kita juga menolak, kita kok malah bangga,” kata Lutfi.

Meski menolak, LPOI tidak akan melakukan aksi untuk menekan agar kontes kecantikan ke- 62 itu dibatalkan atau tidak digelar di Indonesia. LPOI menentang segala bentuk kekerasan dalam penolakan tersebut.

Menurut Said Aqil, bukan menjadi kewenangan LPOI untuk membatalkan kontes Miss World. Pihaknya hanya menyatakan sikap dan diharapkan pihak berwenang menanggapi dengan bijak penolakan LPOI dan sejumlah elemen lainnya terhadap acara tersebut.

“Kita berkewajiban menyampaikan suara umat Islam. Kita tidak akan turun ke jalan, soal tindakan kita serahkan kepada pihak berwenang,” katanya.

LPOI beranggotakan NU, Persatuan Islam, Al Irsyad Al Islamiyah, Mathlaul Anwar, Ittihadiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, Ikatan Da`i Indonesia, Azzikra, Syarikat Islam Indonesia, Al Wasliyah, dan Persatuan Tarbiyah Islamiyah.*

 

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

KPI Banjir Dukungan Untuk Konsisten  Melarang Tayangan Karakter Banci

KPI Banjir Dukungan Untuk Konsisten Melarang Tayangan Karakter Banci

Fraksi PPP Kaltim Sampaikan Usulan Raperda Produk halal

Fraksi PPP Kaltim Sampaikan Usulan Raperda Produk halal

Warga Padang Serbu  Rumah Maksiat

Warga Padang Serbu Rumah Maksiat

BMH Yogyakarta Beri Bantuan Paket Pendidikan Pelajar Yogyakarta

BMH Yogyakarta Beri Bantuan Paket Pendidikan Pelajar Yogyakarta

MUI Dorong Kejagung Ajukan PK Soal Vonis MA

MUI Dorong Kejagung Ajukan PK Soal Vonis MA

Baca Juga

Berita Lainnya