Selasa, 6 Juli 2021 / 26 Zulqa'dah 1442 H

Nasional

Alumni Al Azhar Keluarkan Pernyataan Tragedi berdarah di Mesir

Indopos
Dr Mukhlis Hanafi
Bagikan:

Hidayatullah.com–Ikatan Alumni Al Azhar Mesir Cabang Indonesia mengeluarkan pernyataan sikap terkait dengan peristiwa Rabu Berdarah, 14 Agustus 2013, dan berharap agar situasi yang tidak kondusif di negara tersebut segera diakhiri.

Pernyataan yang disampaikan Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni Al Azhar Mesir Cabang Indonesia, Dr H Muchlis M Hanafi MA di Jakarta, Kamis (15/08/2013), tersebut terdiri atas enam butir.

Pertama, menyampaikan keprihatinan dan duka cita yang mendalam atas terjadinya aksi kekerasan dari pihak-pihak tertentu yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban jiwa, dan mendukung pihak-pihak berwenang di Mesir untuk melakukan investigasi mendalam, serta memberikan tindakan tegas kepada para pelaku kekerasan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Darah manusia, lebih-lebih seorang Muslim, sangat berharga di hadapan Allah. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam bersabda; “Kehancuran dunia lebih ringan dalam pandangan Allah daripada terbunuhnya seorang Muslim.” (hadis riwayat al-Tirmidzi), kata Muchlis M Hanafi.

Kedua, mendukung sikap Al-Azhar yang menyatakan bahwa penggunaan kekerasan tidak akan bisa menyelesaikan persoalan politik. Dialog yang dilandasi ketulusan hati adalah soluasi terbaik bagi krisis yang sedang dihadapi, dan mendesak untuk segera dilakukan agar terwujud rekonsiliasi nasional.

Kepada pihak-pihak terkait agar menahan diri dan mengedepankan suara hati dan akal sehat, serta menjaga dengan berbagai cara kehormatan jiwa manusia agar jangan sampai ada satu pun yang terenggut.

Ketiga, mendukung Al-Azhar untuk terus mengajukan inisiatif-inisiatif yang dipandang dapat menjadi solusi efektif bagi persoalan-persoalan politik, kemasyaratan, keagamaan, pendidikan, kebudayaan, dan persoalan-persoaan lain yang dihadapi masyarakat Mesir, dengan tetap mempertahankan prinsip; mendahulukan kemaslahatan umat dan bangsa yang lebih luas, menyebarkan moderasi Islam, dan menjaga independensi Al-Azhar as-Syarif.

Keempat, mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di Mesir, khususnya para mahasiswa, agar senantiasa waspada, menjaga diri, menghindari lokasi-lokasi demonstrasi, serta tidak terlibat dalam bentuk aksi apapun untuk mendukung ataupun menentang kelompok-kelompok tertentu di Mesir.

Kelima, mengimbau masyarakat Indonesia, baik yang di Mesir maupun yang di Tanah Air, untuk menyaring dan menyeleksi secara cermat setiap pemberitaan tentang konflik politik di Mesir yang disajikan berbagai media, baik elektronik, cetak, maupun media-media sosial, sehingga diperoleh informasi yang valid, seimbang, dan objektif.

Keenam, mengajak segenap alumni Al-Azhar secara khusus, dan masyarakat Indonesia secara umum, untuk mendoakan bangsa dan negara Mesir, agar dapat segera keluar dari krisis yang melanda negeri tersebut.

“Semoga Allah Subhanahu Wata’ala. selalu menjaga, melindungi, dan memberikan kedamaian di Mesir, negeri para Nabi, negeri Al-Azhar as-Syarif. Amin,” katanya dikutip Antara.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Idrus Ramli:  NU Bukan Paham Liberal,  Islam Nusantara Sempitkan Dakwah

Idrus Ramli: NU Bukan Paham Liberal, Islam Nusantara Sempitkan Dakwah

Komnas HAM: 2019 Tahun Suram Penegakan HAM

Komnas HAM: 2019 Tahun Suram Penegakan HAM

Luncurkan TVmu, Muhammadiyah Optimis Kelak Jadi Televisi Analog

Luncurkan TVmu, Muhammadiyah Optimis Kelak Jadi Televisi Analog

Kemenag Akui Harus Kerja Lebih Keras Satukan Kalender Hijriah

Kemenag Akui Harus Kerja Lebih Keras Satukan Kalender Hijriah

Gubernur Aceh: Mimpi Aceh Merdeka sudah Masa Lalu

Gubernur Aceh: Mimpi Aceh Merdeka sudah Masa Lalu

Baca Juga

Berita Lainnya