Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Sore Ini, Sidang Isbat Penetapan Idul Fitri

Bagikan:

Hidayatullah.com–Kementerian Agama (Kemenag) pada Rabu sore (07/08/2013) ini akan menggelar sidang isbat penetapan 1 Syawal 1434 H atau Idul Fitri 1434 H/ 2013 di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta.

Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, sidang isbat akan dimulai pada pukul 13.30 dengan agenda sidang pra isbat, bukan 17.00 seperti biasanya. Alasannya, kata Menag, sidang isbat menarik perhatian masyarakat luas, yang selalu mempertanyakan mengapa awal Ramadan dan 1 Syawal selalu berbeda.

Selain itu, masyarakat selama ini beranggapan bahwa tanggal 1 syawal sebenarnya sudah bisa ditetapkan bahkan sampai 100 tahun mendatang.

“Ada pertanyaan apakah ilmu hisab itu sejalan dengan astronomi, apakah rukyah itu sejalan dengan ilmu astronomi, apakah pemerintah itu merupakan ulil amri,” ungkapnya.

Dengan panjangnya waktu sidang isbat, diharapkan akan mampu mempertemukan pandangan-pandangan yang selama ini berselisih.

Selain itu, kata Menag, pemerintah juga akan meminta pandangan dari tokoh-tokoh negara sahabat, dalam menetapkan awal Ramadan dan 1 Syawal.

Sidang isbat penetapan 1 Syawal nanti, kata Menag, juga akan menghadirkan kelompok-kelompok yang selama ini kerap berbeda pandangan, seperti misalnya Muhammadiyah, Satariyah di Medan,Naqsyabandiyah, An Nasir dari Sulawesi Selatan. Namun Muhammadiyah sudah menyatakan tidak bersedia menghadiri sidang tersebut.

Dalam sidang, kata Menag, pemerintah mengundang kelompok-kelompok ahli untuk menjelaskan kriteria yang menjadi dasar perhitungan tinggi hilal (bulan).

“Syukur-syukur tahun depan kita akan menyatukan kriteria itu menjadi satu kriteria saja. Selama kriterianya masih berbeda-beda maka potensi perbedaan dalam menetapkan awal bulan itu masih terbuka lebar,” kata Menteri Agama.

Dalam beberapa tahun terakhir, bukan hanya waktu 1 Syawal yang menjadi perbedaan di tengah masyarakat, saat penentuan 1 Ramadhan tahun ini pun juga terjadi perbedaan antara ketetapan Sidang Isbat dengan penetapan yang dilakukan oleh Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam seperti Muhammadiyah. Perbedaan ini terkait dengan metode yang digunakan, dimana Sidang Isbat menggunakan penetapan dengan metode Imkanur Rukyat sementara Muhammadiyah menggunakan metode hisab murni.

Namun untuk 1 Syawal 1434 H ini sejumlah pihak memperkirakan akan ada kesamaan waktu, yakni pada Kamis (08/08/2013) besok sebagaimana sudah ditetapkan oleh Muhamadiyah dan Syarikat Islam Indonesia (SII). Alasannya, karena hilal sudah berada pada posisi di atas 2 derajat, sehingga saat dilakukan rukyat sore nanti ada peluang akan terlihat.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

RS Bisa Dipidanakan Jika Tolak Pasien Miskin

RS Bisa Dipidanakan Jika Tolak Pasien Miskin

Menag Minta Tim Pembahasan RPP Jaminan Produk Halal Bergerak Cepat

Menag Minta Tim Pembahasan RPP Jaminan Produk Halal Bergerak Cepat

Tulisan “Kami Lapar, Butuh Bantuan” Bertebaran Pasca Tsunami

Tulisan “Kami Lapar, Butuh Bantuan” Bertebaran Pasca Tsunami

Tak Terima Keputusan PHK Al-Zaytun, 116 Guru Minta Hak Upah

Tak Terima Keputusan PHK Al-Zaytun, 116 Guru Minta Hak Upah

PN Surabaya Tolak Gugatan Terhadap Penutupan Lokalisasi Dolly

PN Surabaya Tolak Gugatan Terhadap Penutupan Lokalisasi Dolly

Baca Juga

Berita Lainnya