Jum'at, 9 Juli 2021 / 29 Zulqa'dah 1442 H

Nasional

Sidang Itsbat 7 Agustus, Hari Raya Mungkin Sama

ILUSTRASI
Bagikan:

Hidayatullah.com–Pemerintah mengabarkan akan melaksanakan sidang itsbat penentuan 1 Syawal 1434 Hijriyah pada 7 Agustus 2013 nanti. Dikutip situs resmi Kemenag, Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar berharap hari raya Idul Fitri tahun ini dirayakan secara bersama oleh semua umat Muslim di Tanah Air.

 “Sidang itsbat akan dilaksanakan 7 Agustus, semua Ormas Islam kita undang,” kata Wamenag kepada wartawan pada acara buka puasa bersama di kediamannya, Jalan Ampera I No. 10, Jakarta Selatan, Selasa (30/07/2013) sore.

Hadir Duta Besar Arab Saudi Mustafa bin Ibrahim Al Mubarak, para pejabat eselon I, II, dan III Kementerian Agama, serta beberapa direktur BUMN.

Wamenag mengatakan, jika didasarkan pada perhitungan hisab, pada hari pelaksanaan rukyatul hilal atau hari Rabu senja tanggal 7 Agustus 2013, posisi hilal berada di atas 2 derajat. Sesuai pengalaman tahun-tahun yang lalu, apabila hilal di atas 2 derajat, maka hilal atau bulan baru dimungkinkan akan bisa disaksikan atau imkanur rukyat.

“Kecuali jika pada hari itu seluruh lokasi pemantauan hilal di Tanah Air terhalang mendung,” ujarnya.

Namun Wamenag berharap, hari raya Idul Fitri tahun ini akan dirayakan bersama-sama oleh seluruh masyarakat muslim Indonesia.

“Kita berharap lebaran bareng, sehingga lebih menguatkan ukhuwah Islamiyah,” ujarnya.

Dirjen Bimas Islam Abdul Djamil menambahkan, pada sidang itsbat penentuan awal syawal nanti terlebih dahulu dilaksanakan sebuah seminar membahas tentang masalah hisab-rukyat.

“Jika sebelumnya kegiatan sidang dilaksanakan sore hari, itsbat nanti akan dimulai dari siang hari, sekitar pukul 13.30 dengan sebuah seminar membahas permasalahan hisab rukyat, termasuk juga mengenai penetapan yang dilakukan oleh kelompok An Nazir dan Naqshabandi,” kata Djamil.* 

Rep: Ahmad
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

KAMMI: Jangan Pilih Pemimpin Neoliberal, Hukum Berat Koruptor Pajak!

KAMMI: Jangan Pilih Pemimpin Neoliberal, Hukum Berat Koruptor Pajak!

Enam Masukan Muhammadiyah untuk Prabowo-Sandi

Enam Masukan Muhammadiyah untuk Prabowo-Sandi

JK: Konflik di Arakan Baru 10% Dibanding Ambon

JK: Konflik di Arakan Baru 10% Dibanding Ambon

Menag Lukmanul Hakim akui Agama Baha’i

Menag Lukmanul Hakim akui Agama Baha’i

Menag yakin FPI tidak Akan Mengganti Dasar Negara

Menag yakin FPI tidak Akan Mengganti Dasar Negara

Baca Juga

Berita Lainnya