Selasa, 16 Februari 2021 / 4 Rajab 1442 H

Nasional

Salah Tangkap, Densus Lepas Dua Warga Muhammadiyah

ILustrasi
ilustrasi
Bagikan:

Hidayatullah.com–Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror akhirnya mengembalikan Sapari dan Mugi Hartanto, dua warga Muhammadiyah Tulungagung yang menjadi korban salah tangkap saat penggerebekan terduga teroris di depan sebuah warung Jalan Pahlawan, Kota Tulungagung, Jatim, Senin (28/07/2013).

Kepastian pemulangan dua warga Muhammadiyah asal Desa Penjor dan Gambiran, Kecamatan Pagerwojo tersebut disampaikan Ketua Majelis Hukum dan HAM Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jatim, Slamet Hariyanto, Ahad malam.

“Iya, barusan kami mendapat konfirmasi dari Ketua PDM (Pengurus Daerah) Tulungagung bahwa saudara Sapari dan Mugi sudah dikembalikan ke keluarganya tadi, ba`da (setelah shalat) tarawih,” terangnya dikutip Antara melalui saluran telepon seluler.

Dijelaskan, berdasar informasi dari PDM Tulungagung, kondisi Sapari dan Mugi Hartanto secara keseluruhan baik-baik saja. Kedua pengurus cabang Muhammadiyah Kecamatan Pagerwojo tersebut pulang dalam kondisi utuh, berjalan tegak/normal, hanya ada luka memar bekas borgol di masing-masing kedua pergelangan tangan serta bekas sekapan.

“Alhamdulillah bapak, sudah ada surat pemulanghan dari Polda (Jatim). Suratnya ada tiga (3) lembar, secara fisik kakak saya sehat cuma ada bekas borgol dan bekas sekap saja,” demikian isi pesan singkat (sms) dari Sumiati, adik bungsu Sapari yang diterima Slamet dan diteruskan (diforward) ke koresponden Antara.

Slamet mengaku belum mengetahui secara pasti alasan pemulangan Sapari maupun Mugi lebih awal, padahal sebelumnya pihak Densus meminta waktu toleransi pemeriksaan hingga Senin (29/07/2013), atau tujuh hari sejak keduanya ditangkap.

“Kami masih akan minta penjelasan resmi dari pihak kepolisian di Polda Jatim, besok. Soal lain-lain, termasuk apakah akan melakukan tuntutan atau semacamnya, akan kami putuskan setelah ada klarifikasi dari kepolisian,” kata Slamet. Slamet yang saat dikonfirmasi berada di Surabaya memastikan telah berkoordinasi dengan pengurus PDM Tulungagung guna membuat salinan surat pernyataan pengembalian kedua korban salah tangkap dari pihak Densus 88.

Isi materi pernyataan menerima pengembalian yang ditandatangani keluarga korban salah tangkap itu rencananya menjadi dasar evaluasi tim pengacara yang ditunjuk PP Muhammadiyah, untuk mengantisipasi ketidaktahuan/ketidakmengertian aspek yuridis (hukum) pihak korban.

“Keluarga sepertinya tidak membaca secara detail isi materi surat pernyataan yang ditandatanganinya, mereka sudah senang karena yang terpenting anggota keluarganya kembali. Ini bisa berbahaya kalau ternyata isi surat (pernyataan) ada klausul bahwa yang bersangkutan masih tetap berstatus tersangka atau ada kemungkinan ditangkap lagi,” kata Slamet.

Terlepas dari itu, pengembalian salah tangkap dalam kasus terorisme asal Tulungagung tersebut terkesan mendadak. Padahal sebelumnya pihak Densus mengkonfirmasi pada tim kuasa hukum korban salah tangkap yang ditunjuk PP Muhammadiyah bahwa batas pemeriksaan baru akan selesai hari Senin (29/07/2013), sehingga status keduanya ditetapkan dan dikonfirmasikan kepada pengacara. Sapari dan Mugi Hartanto ditangkap Senin (22/07/2013), sepekan lalu dalam sebuah operasi penangkapan disertai penembakan terhadap dua terduga  yang diklaim aparat sebagai jaringan Poso.*

Rep: Ahmad
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

PKS: Jangan hanya YKS, semua Acara tak Sopan harus Dikontrol

PKS: Jangan hanya YKS, semua Acara tak Sopan harus Dikontrol

70-an Tahun Hubungan Indonesia-Turki Saling Menguntungkan

70-an Tahun Hubungan Indonesia-Turki Saling Menguntungkan

HTI Minta RUU Intelijen Tak Suburkan Rezim Represif

HTI Minta RUU Intelijen Tak Suburkan Rezim Represif

KH Didin: Berjamaah Lahirkan Kekuatan Umat

KH Didin: Berjamaah Lahirkan Kekuatan Umat

Indonesia Kecam Rencana Kontes Kartun Nabi Muhammad

Indonesia Kecam Rencana Kontes Kartun Nabi Muhammad

Baca Juga

Berita Lainnya