Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Nasional

Ramadhan, ACT Kembali Kirim Tim Relawan ke Rohingya

Bagikan:

Hidayatullah.com–Aksi Cepat Tanggap (ACT) pada Ramadhan tahun ini berencana mengirim kembali relawan kemanusiaan ke Rohingya, Myanmar. Hal ini disampaikan Doddy Cleveland, Director of Global Humanity Response ACT pada acara Media Gathering ACT di Menara 165 lantai 11, Jakarta Selatan, Selasa (02/07/2013) siang.

“Insya Allah ACT kembali mengirim tim ke Arakan Rohingya pada 12 Juli 2013 mendatang,” jelas Doddy.

Kedatangan ACT kali ini guna meneruskan misi membangun shelter yang layak huni untuk para pengungsi Muslim Rohingya. Rencananya ACT akan membangun 100 shelter dari 1000 shelter yang direncanakan.

“Saat ini ACT baru membangun 300 shelter,” kata Doddy.

Selain membangun shelter, ACT juga akan melakukan pelayanan medis kepada pengungsi Rohingya. Namun, ACT tidak akan membawa tenaga medis asal Indonesia.

Menurut Doddy, setiap dokter dari negara lain yang hendak melakukan praktek medis di Myanmar, maka harus mengantongi izin dari pemerintah Myanmar.

“Untuk seorang dokter Indonesia mengurus izin itu harus mengeluarkan uang 5000 Dollar AS,” terangnya.

Untuk menyiasati ini, ACT akan mengandeng dokter-dokter yang berasal dari Myanmar. Pada kesempatan ini pula ACT akan membagi-bagikan bingkisan Lebaran kepada pengungsi Muslim Rohingya.

Sementara itu, Imam Akbari, Senior Vice President ACT mengatakan selain program peduli Rohingya, pada Ramadhan 1434 ini ACT memiliki program-program kemanusiaan lainnya. Seperti pemberian makanan buka dan sahur di daerah perbatasan, sedekah busana Muslimah di daerah terpencil, pasar murah, renovasi mushalla kumuh, dan lain sebagainya.

“Kami ingin Ramadhan tak hanya sekadar momentum untuk meningkatkan spritualitas saja, tetapi juga meningkatkan kepedulian kepada sesama,” kata Imam.*

Rep: Ibnu Syafaat
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Aksi Super Damai 212, GIN Siap Bantu Dinas Kebersihan DKI

Aksi Super Damai 212, GIN Siap Bantu Dinas Kebersihan DKI

Penembakan 6 Anggota FPI, Pengamat: LPSK Harus Lindungi 4 Orang yang Kabur agar Tak Dibunuh

Penembakan 6 Anggota FPI, Pengamat: LPSK Harus Lindungi 4 Orang yang Kabur agar Tak Dibunuh

INSISTS Perkuat Barisan dengan Mantapkan Jaringan

INSISTS Perkuat Barisan dengan Mantapkan Jaringan

Arimatea Resmi Jadi Organisasi Massa

Arimatea Resmi Jadi Organisasi Massa

Indonesia Ditempatkan sebagai Negara Terdermawan Kedua di Dunia

Indonesia Ditempatkan sebagai Negara Terdermawan Kedua di Dunia

Baca Juga

Berita Lainnya