Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Eks Jamaah Ahmadiyah Syahadat di Depan Menag Suryadharma Ali

emenag di Masjid At Taufiq Kuningan Islamic Center, Manis Lor, Kabupaten Kuningan
Bagikan:

Hidayatullah.com–Hari Senin (17/06/2013), Masjid At Taufiq Kuningan Islamic Center, Manis Lor, Kabupaten Kuningan lebih ramai dari biasanya. Momen adanya jamaah Ahmadiyah yang meneguhkan kembali keislamannya dengan membaca dua kalimah syahadat menyedot perhatian ribuan pengunjung di masjid.

Sebanyak tujuh orang yang terdiri dari tiga perempuan dewasa serta empat lelaki bersiap-siap mengucapkan kalimat syahadat.

“Asyhadu allaa ilaaha illallah. Wa Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah,” ujar salah satu di antara mereka yang bernama Ahmad Ghazi. Bagi Ghazi, kesaksian ini terasa istimewa karena diucapkan di hadapan Menteri Agama Suryadharma Ali.

Hadir pula Dirjen Bimas Islam Kemenag Prof Abdul Djamil, Pelaksana Tugas Kepala Balitbang Diklat Kemenag Prof Machasin, Kanwil Kemenag Jawa Barat M Saeroji, Direktur
Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ace Syaifuddin, dan Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag Euis Sri Mulyani.

Sadar bahwa komunitas eks jamaah Ahmadiyah yang telah meneguhkan kembali keislamannya juga membutuhkan penopang hidup, pada kesempatan itu Menag pun memberikan bantuan.

“Untuk MUI Kabupaten Kuningan saya akan beri dana stimulan sebesar Rp 50 juta. Untuk komunitas Taslimah saya bantu dengan Rp 40 juta. Kemudian bagi anak-anaknya akan diberi beasiswa dari tingkat MI sampai perguruan tinggi, konkret,” terang Suryadharma Ali dikutip laman Kemenag.

Selain bantuan dana, Kemenag juga akan mengupayakan pelatihan kewirausahaan bagi setiap eks jamaah Ahmadiyah. Dengan demikian diharapkan mereka mempunyai keterampilan yang dapat dimanfaatkan dalam menjalani kehidupan mendatang.

Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda menjelaskan bahwa di wilayahnya, ada sekitar 3.700 penganut Ahmadiyah yang berdomisili di Desa Manis Lor. Sampai saat ini, baru 72 orang yang telah meneguhkan kembali keislamannya dengan membaca dua kalimah syahadat.

“Kami masih terus berkoordinasi dengan ormas Islam setempat agar membentuk tim pembinaan dan pengawasan terhadap aliran kepercayaan dan jamaah Ahmadiyah agar kesadaran mereka terus bertambah,” ujar Aang.

Ketua MUI Kabupaten Kuningan KH Hafidzin Achmad ikut mendukung dakwah untuk mengembalikan akidah jamaah Ahmadiyah. Dia juga meminta agar identitas para mantan pengikut Ahamdiyah baru diubah menjadi beragama Islam jika sudah bersyahadat di hadapan ulama MUI.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

PKS Desak Indonesia Bersikap Terhadap India Soal Diskriminasi Muslim

PKS Desak Indonesia Bersikap Terhadap India Soal Diskriminasi Muslim

Pasca Blokir, Pelajar dan Mahasiswa Muslim Semakin Melirik Jurnalistik

Pasca Blokir, Pelajar dan Mahasiswa Muslim Semakin Melirik Jurnalistik

Surat Dakwaan Dinilai Tak Jelas, Ranu Muda akan Ajukan Eksepsi

Surat Dakwaan Dinilai Tak Jelas, Ranu Muda akan Ajukan Eksepsi

NU Jatim: DPRD Surabaya Jangan Cawe-cawe Soal Pemberian Nama

NU Jatim: DPRD Surabaya Jangan Cawe-cawe Soal Pemberian Nama

Mushalla Hancur Kena Gempa, Warga Berharap Segera Dibangun Lagi

Mushalla Hancur Kena Gempa, Warga Berharap Segera Dibangun Lagi

Baca Juga

Berita Lainnya