Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Pembicara Dua Negara Dipastikan Datang

Bagikan:

Hidayatullah.com —Ketua panitia Seminar ilmiah internasional di Jakarta bertema dialog antara agama yang dinisiatori “Khodimul Haramain” (Pelayan Dua Tanah Suci), Raja Abdullah bin Abdul Aziz, Nanang Nuryanto, mengatakan pembicara dari universitas kedua negara sudah dipastikan akan hadir.  

Insya Allah, sudah fix, tidak ada perubahan. Sementara ini kami juga telah mendata peserta undangan baik untuk persiapan penginapannya maupun ketersediaan seat,” kata Nanang Nuryanto dalam perbincangan dengan hidayatullah.com, Kamis (30/05/2013). 

Seperti diketahui, seminar internasional yang digelar Universitas Islam Madinah (UIM) Saudi Arabia bekerjasama dengan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta itu akan ikut menghadirkan narasumber akademisi dari kedua institusi tersebut.

Acara yang rencananya akan digelar di Hotel Ritz Carlton, Jalan DR. Ide Anak Agung Gede Agung Kav.E.1.1 Nomor 1, Mega Kuningan, Jakarta Pusat, pada hari Selasa, 4 Juni 2013 mendatang itu, bertujuan untuk menyerukan kembali bentuk hubungan antar sesama manusia yang didasarkan atas keadilan, toleransi, dan hidup berdampingan secara damai antar sesama manusia.

Dalam keterangan yang diterima hidayatullah.com baru baru ini, disebutkan di antara sub tema yang akan dibahas dalam seminar ilmiah internasional tersebut adalah menyoal dasar hubungan antar manusia dalam pandangan Islam dan komitmen Khadimul Haramain Saudi Arabia terhadap dialog agama dan peradaban. 

Tema utama itu akan dipaparkan oleh Pusat Raja Abdullah bin Abdul Aziz Internasional untuk Dialog antar Penganut Agama dan Kebudayaan.

Narasumber dari Universitas Islam Madinah (UIM) akan membahas tema tentang dialog antar agama dan peradaban yang diinisiasi oleh Pemerintah Saudi Arabia.

Selain itu, akademisi UIM juga akan mengulas tema masalah benturan peradaban menuju dialog peradaban yang memotret bangsa Arab dan kaum Muslimin di mata dunia dan kontribusi Saudi Arabia.

Di sesi lainnya, dalam dialog bertaraf dunia ini, Pusat Raja Abdullah bin Abdul Aziz Internasional bersama UIM akan menyampaikan tema Islam dan dialog peradaban.

Rektor Universitas Islam Madinah Prof. Dr. Muhammad ‘Ali al-Uqla di dalam kesempatan itu juga dijadwalkan akan berbicara membahas tentang berbagai peluang dan tantangan serta hambatan untuk dialog peradaban menuju terwujudnya perdamaian dunia.

Dari dalam negeri, Menteri Sosial Republik Indonesia Dr. Salim Segaf al-Jufri juga direncanakan menjadi narasumber yang akan mengisi tema tentang dasar dasar hubungan ideal antara Peradaban Islam dan peradaban lain.

Selain itu, dari dalam negeri Rektor Universitas Islam Indonesia Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec akan berbicara masalah dialog peradaban antar agama, kebudayaan, dan problematikanya. 

Sementara, Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. Gumilar Rusliwa Soemantri juga akan dijadwalkan menjadi narasumber dengan sub tema dialog dengan Timur, apakah dialog individu atau dialog lembaga agama.

Agenda seminar ilmiah internasional bertajuk dialog agama, kemanusiaan, dan perdamaian dunia tersebut terselenggara atas kerjasama Universitas Islam Madinah, Pusat Raja Abdullah bin Abdul Aziz Internasional untuk Dialog antar Penganut Agama dan Kebudayaan, Atase Agama, Pemerintah Arab Saudi, dan Universitas Islam Indonesia (UII).*

Rep: Ainuddin Chalik
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Penolakan Miss World Terus Berlanjut, Gabungan Ormas Islam Se-Riau Datangi DPRD

Penolakan Miss World Terus Berlanjut, Gabungan Ormas Islam Se-Riau Datangi DPRD

Ribuan Orang Sambut Kepulangan HRS dan Aksi Bela Kemuliaan Nabi

Ribuan Orang Sambut Kepulangan HRS dan Aksi Bela Kemuliaan Nabi

Komnas HAM sebut Terjadi Pelanggaran HAM

Komnas HAM sebut Terjadi Pelanggaran HAM

[Berita Foto] Aksi Damai ”Bela Islam Adili Ahok” di Surabaya

[Berita Foto] Aksi Damai ”Bela Islam Adili Ahok” di Surabaya

Soal Perkawinan Sejenis, Gubernur Bali: Prosesi Hindu Bali Tak Boleh Dijualbelikan

Soal Perkawinan Sejenis, Gubernur Bali: Prosesi Hindu Bali Tak Boleh Dijualbelikan

Baca Juga

Berita Lainnya